
Menurut Eriyati, layanan vaksinasi mobile dilaksanakan untuk menjangkau desa, sekolah-sekolah serta titik-titik tertentu sesuai ketentuan Camat, sebagai kepala wilayah. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya akselerasi dan peningkatan cakupan vaksinasi.
“Iini dilakukan agar dapat menjangkau masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi sebagai salah satu upaya percepatan meningkatkan cakupan vaksinasi,”kata Eriyati, via telepon seluler kepada wartawan, Jumat (22/10).
Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 itu, pelaksanaan vaksinasi bukan saja menjadi tanggung jawab Dinkes sendiri, tapi melibatkan seluruh ‘Leading Sector’ (pimpinan sektoral), serta seluruh elemen masyarakat. Tujuannya, untuk mengejar target capaian vaksinasi.
Belakangan, lanjut Ery, para Camat selaku pimpinan wilayah sangat antusias menindaklanjut instruksi Bupati, dengan mengatur desa yang menjadi titik vaksinasi. Karena itu, Dinkes terus memperkuat kesiapan, baik dari ketersediaan vaksin, hingga kesiapan vaksinator.
“Dinas Kesehatan terus berupaya agar vaksin selalu tersedia dan vaksinator selalu siap melaksanakan tugasnya.
Khusus ketersediaan vaksin, Ery menjamin, Dinkes senantiasa menyediakan stok yang lebih dari cukup. Karena, setiap pekan ada petugas yg ditugaskan untuk menjemput vaksin ke Ibukota Propinsi Sulawesi Tengah (Palu)
Pihaknya sangat berharap, masyarakat dengan kesadaran sendiri mau melakukan vaksinasi guna mendapatkan herd immunity (kekebalan sebagian besar orang dalam suatu kelompok)
Dijelaskan dia, semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar. Sebab tidak banyak yang terinfeksi. Cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan kekebalan pada banyak orang sekaligus adalah vaksinasi.
“Olehnya, sekali lagi Kami sangat sangat berharap agar masyarakat mau melakukan vaksinasi, sehingga kita mendapatkan kekebalan terhadap Covid-19,” tutupnya. (Rif)
