
Tempat kejadian perilaku eksibionis yang dilakukan salah seorang penghuni asrama polisi yang terletak di Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai. [Foto : Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST -GP- Warga Kelurahan Bungin Timur Kabupaten Banggai resah dengan perilaku eksibionis (mempertontonkan alat kelamin di tempat umum) yang dilakukan oleh salah seorang penghuni Asrama Polisi (Aspol) di wilayah itu.
Bahkan, kejadian yang menimpa seorang siswi Kelas 1 SMA di daerah Kabupaten Banggai berinisial IM (15) ini membuat korban menjadi trauma.
Ibu kandung korban inisial BE yang ditemui awak media ini dikediamannya Senin (1/11) menjelaskan, peristiwa tidak senonoh tersebut terjadi Ahad (31/10).
BE mengaku baru mengetahui setelah, IM mengadu bahwa dirinya telah mendapatkan tindakan tak terpuji yang dilakukan oknum penghuni Aspol dengan cara memperlihatkan kemaluannya.
“Dia (pelaku,red) mempermainkan alat kemaluannya yang ditujukan langsung kepada anak saya (IM),” ungkap BE sambil menunjuk kearah tempat kejadian yang ada di lantai dua Aspol tersebut.
Bahkan lanjut BE, perilaku tersebut sudah keduakalinya dilakukan oknum yang sama.
Mendengar aduan dari anaknya itu, BE marah bahkan histeris sehingga mendapat perhatian warga sekitar.
“Saya sebagai orang tua sangat sakit hati atas perlakuan tersebut, saya harap kejadian ini mendapat perhatian dari pihak kepolisian dan pelaku tersebut segera ditindak tegas,” harapnya.
BE yang juga merupakan ibu dari dua orang putra tersebut mengharapkan adanya perhatian khusus sehingga hal itu tidak belarut-larut membuat resah pemukiman warga di Kelurahan Bungin Timur.
Bahkan BE yang didampingi anaknya IM mengaku siap jika dizinkan untuk menunjukan pelaku eksibisionis itu.
Pasalnya, kejadian ini sudah berlangsung lama yakni sejak tahun 2020 perilaku tersebut dipertontonkan oknum penghuni Aspol itu.
“Kami tidak tahu apakah pelaku itu adalah anggota Polisi. Yang jelas dia memang sudah lama tinggal di Aspol dan telah beberapakali dikeluhkan warga kepada penghuni yang lain, akan tetapi seperti dibiarkan,”tandasnya.
Senada diungkapkan warga Kelurahan Bungin Timur lainnya, M (50) yang juga berharap agar oknum tersebut ditindak secara tegas, mengingat tempat kejadiannya berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.
Dikhawatirkan hal ini akan mencoreng nama baik kampung tersebut, sehingga membuat warga marah dan akan bertindak tegas jika tidak ada upaya penanganan dari aparat kepolisian.
“Bukan hal yang mustahil kejadian tersebut bisa terulang lagi, sebab banyak warga yang mendapat perlakuan yang sama,” pungkasnya.
Terpisah, Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto yang diminta klarifikasi terkait kejadian itu mengatakan akan segera menindaklanjuti sesuai prosedural yang berlaku.
“Kami tindaklanjut sesuai prosedur,” ujarnya singkat. (Tim)
