Peserta BPJS Kesal, Riwayat Berobat Tak Sesuai Pemakaian, BPJS Salakan : Salah Entri 

Luwukpost.id -

Human Error BPJS : Kesalahan Kepala serta Salah Seorang Staf BPJS Salakan saat dimintai konfirmasi soal kasus Human Error sejumlah wartawan di kantornya, Jumat (5/11). [FOTO : RIFAN/LUWUK POST]
SALAKAN, LUWUK POST-Seorang Pelanggan BPJS dari Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) berinisial SSG dibuat kesal saat mengetahui BPJS miliknya terpakai Bulan November. Padahal dia mengaku terakhir berobat di Bulan April. BPJS Salakan mengonfirmasi hal itu sebagai kesalahan entri nomor dari Puskesmas.

SSG mengetahui BPJS miliknya pernah terpakai, saat dirinya mencoba membuka riwayat pemakaian pada Selasa 2 November 2021. Ketika itu dirinya terheran dengan catatan bahwa di tanggal tersebut BPJS-nya pernah dipakai untuk berobat sakit gigi.

Padahal, dia mengaku tak pernah periksa kesehatan di tanggal itu. Terakhir dia menggunakan BPJS pada Bulan April 2021 lalu.

“Tolong di jawab akan yg mengerti?
Sape riwayat pelayanan bpjs di pake tgl 2 November 2021 baru2 ini pake keluhan gigi sedangkan sa te pernah ba periksa lagi terakhir bulan April. Ada yg tau ini? Orang pake trng pe data bpjs atau bagaima?
Mo di laporkan di kantor polisi atau bpjs ini?,” tulis dia di akun facebooknya, Selasa (2/11).

Dia mengaku sangat kesal, karena BPJS yang dibayarnya tiap bulan hanya dipakai orang lain. Ia mengaggap pemakai BPJS-nya terlalu senang. Herannya, hal itu bisa terjadi.

“Sa (saya) marah skali eeh trng (kita) ba bayar tiap bulan baru orang yg jaga (sering) pake trng pe BPJS..!!! Pe sanang skali ee.. Yg herannya kinapa bisa???,” tulis dia.

Terpisah, Kepala BPJS Salakan, Monalisa Tumewa ketika ditemui media ini, Jumat (5/11) mengaku baru mengetahui permasalahan itu saat seseorang yang diduganya suami korban mendatangi kantor BPJS, Jumat pagi (5/11).

Namun demikian, Monalisa mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan ke orang yang diduga suami korban itu, karena menurut dia, pihaknya masih harus menelusuri kasus itu di Puskesmas Salakan.

“Kasus ini, tadi kami baru dengar. Karena suaminya mungkin yang datang, kalau tidak salah. Kebetulan saya yang layani. Itu kami belum bisa memberi jawaban. Karena kami haru telusuri dulu di puskesmas,” jelasnya.

Sementara itu, Heri selaku Staf Penjamin Manfaat, yang mendampingi Kepala BPJS mengaku, pihaknya sudah menghubungi pihak Puskesmas, dan mendapat Keterangan bahwa persoalan itu disebabkan oleh keselahan entri nomor kartu.

Lanjut Heri, kesalahan satu digit pun dalam proses entri nomor kartu BPJS akan memunculkan kartu milik orang lain. Menurutnya, hal tersebut sebenarnya tidak masalah, karena tidak menimbulkan dampak apa pun bagi peserta. Namun demikian, permasalahan itu, kata dia, tetap tidak boleh terjadi. Karena itu namanya ‘Human Error’.

“Sebenarnya tidak masalah sih. Tapi, kita akan tetap mancari tahu. Makanya tadi waktu pihak puskesmas kita hubungi, bidan yang mengentri itu lagi sakit tapi dia kembali ke puskesmas untuk cek. Ternyata katanya, kesalahan entri. Soalnya tulisan di kartu agar buram,” cetus Heri.

Monalisa kembali menerangkan, ketika ada peserta berobat di Puskesmas, datanya tidak langsung dientri, melainkan dicatat dulu dalam bentuk resume medis. Kemudian nomor kartu di resume medis itu dicatat dokter. Setelah itu petugas Aplikasi Pcare mencatat dalam aplikasi itu.

Diakui Monalisa dan Heri bahwa kasus itu adalah kali pertama terjadi. Sehingga, pihaknya tidak langsung memberikan keterangan. Karena pihaknya masih harus mencari informasi, apakah kartu itu sengaja disalahgunakan atau memang karena human error dari petugas.

“Tapi setelah dicek langsung ke petugas entrinya, dan dia coba buka resume medisnya, ternyata memang ada kesalahan entri nomor,” tukas Monalisa. (Rif)