
Hal itu mengemuka dalam rapat pembahasan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2022, melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang bertempat di Kantor Desa setempat, Jumat (3/12).
“Jadi, bagian pasar yang menjadi hak kita, yang sementara ini dikosongkan, Itu akan kita manfaatkan untuk melakukan penarikan retribusi,” kata Kepala Desa, Masno S. Nyaman saat memaparkan agenda pembangunan di Musdes.
Kepala Desa berkeinginan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui penarikan retribusi di pasar dengan memberdayakan masyarakat. Rencana itu disetujui seluruh peserta rapat yang hadir.
Dia mengharapkan, warga yang mempunyai usaha-usaha mirko, seperti penjual kue, dan jenis makanan lainnya, bisa menempati beberapa los yang telah tersedia. Dengan begitu, dia pun berharap perekonomian warga bisa meningkat.
“Semoga dengan begitu, perekonomian masyarakat, terutama warga yang punya usaha mikro kecil menengah bisa meningkat,” tutup dia. (Rif)
