Kabupaten Banggai Terbaik Dalam Penurunan Stunting

Luwukpost.id -

REMBUK STUNTING: Suasana rembuk stunting dan pemberian penghargaan aksi konfergensi penurunan stunting terintegrasi, yang bertempat di Hotel Best Western Palu, Rabu (8/12).[Foto: Istimewa]

LUWUK, LUWUK POST-Kabupaten Banggai, menjadi daerah terbaik satu dalam penurunan angka stunting dari tahun 2018.
Hal tersebut diungkap dalam kegiatan rembuk stunting dan pemberian penghargaan aksi konfergensi penurunan stunting terintegrasi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah Tahun 2021, yang bertempat di Hotel Best Western Palu,
Rabu (8/12).

Pada Kesempatan itu ketua Panitia Plt. Kepala Bappeda diwakili Kepala Bagian Ekonomi, Dr. Irwan Haruna, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan aksi penurunan stunting terintegrasi, telah melalui fasilitasi dan
supervisi serta pembinaan dan Pengawasan penerapan 8 aksi integrasi. Untuk meningkatkan keterpaduan intervensi gizi spesifik dan sensitif, bagi keluarga sasaran prioritas Nasional percepatan penurunan Stunting oleh
Kabupaten/kota. “Selanjutnya melaporkan hasil penilaian kinerja Kabupaten/kota, kepada Kemendagri, kemudian melakulan penilaian kinerja Kabupaten dan Kota,” tuturnya.
Mewakili Gubernur Sulteng, Pj. Sekda Provinsi, Ir. Faisal Mang, menyampaikan, data prevalensi Stunting Sulteng berada pada Angka 31,26 persen, yakni diatas angka rata-rata Nasional, berdasarkan data survey status Gizi
Balita Indonesia.
Olehnya, ia mengharapkan upaya dan usaha semua elemen yang terlibat baik tingkat pemerintah
daerah provinsi maupun Kabupaten/kota, serta lembaga non pemerintah harus melakukan penurunan stunting secara terintegrasi. “Yakni multi sektoral dan tidak bersifat sektoral agar target penurunan Stunting Tahun 2024 bisa
mencapai 13 persen, atau sampai dibawah satu digit,” terangnya.
Gubernur Sulteng juga menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan dalam melaksanakan perayaan Nataru dan meminta masyarakat dapat mematuhi dan ikut mensukseskan Pelaksanaan Vaksinasi kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Parimo juga ditetapkan sebagai kabupaten yang memiliki inovatif dan berhasil mengelola data stunting dalam inovasi sistem informasi manajemen data stunting, selanjutnya kabupaten bangkep
sebagai kabupaten peduli stunting dalam menumpas stunting. Kabupaten Morowali sebagai daerah replikatif dalam menurunkan angka stunting. Dan Kabupaten Sigi terbaik II dalam kebijakan dan kepemimpinan daerah dalam aksi
penurunan stunting. (gom)