
Penyerahan bingkisan oleh Bupati Banggai, Ir. Amirudin kepada para senior ketua DPW di masanya (20/12).
LUWUK, LUWUK POST – Dalam peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang ke 22 (20/12), Bupati Banggai, Ir. Amirudin dalam sambutanya berpesan agar DWP Kabupaten Banggai turut serta mengambil andil dalam upaya membangun Kabupaten Banggai.
“DWP sebagai organisasi istri pegawai negeri sipil turut upaya berkiprah mengambil bagian dalam membangun bangsa khususnya Kabupaten Banggai, selaku pembina organisasi dan sebagai pimpinan pemerintah Kabupaten Banggai, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke- 22 DWP, semoga DWP Kabupaten Banggai tetap eksis serta berperan secara nyata lewat berbagai kegiatan pembangunan,” ujar Beliau di sela-sela sambutannya.
Masih terkait peran DWP, Ir. Amirudin kembali berpesan, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, dalam kiprahnya Dharma Wanita harus bisa melakukan kemitraan kerjasama yang baik dengan pemerintah maupun swasta, dalam bentuk kegiatan nyata yang bisa berdampak langsung atau tidak langsung bagi kemajuan wanita.
“Dalam peringatan HUT yang ke 22 ini, DWP siap dan mampu berperan aktif menuju pembangunan berkelanjutan, karena Dharma Wanita merupakan mitra strategis pemerintah dan swasta dalam pembangunan,” kata beliau menutup sambutan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Estrella Luwuk, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan itu, mengusung tema “Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia Melalui Kesehatan Mental dan Pemulihan Bisnis UMKM” dan diikuti oleh seluruh anggota DWP dan Organisasi Kewanitaan Kabupaten Banggai.
Dalam kegiatan tersebut, menurut amatan pewarta, turut hadir pula Ketua DPRD Banggai, Kapolres Banggai, Dandim 1308/LB, Kajari Banggai, Ketua Pengadilan, Sekretaris Banggai, Ketua TP PKK Kabupaten Banggai dan Wakilnya, Pimpinan OPD, Ketua DWP Banggai beserta seluruh anggota, Ketua Organisasi Wanita dan Panitia pelaksana.
Menjelaskan secara lebih dalam dan merespon arahan Bupati, Ketua DWP Kabupaten Banggai, Ir. Merry J. Abdullah menuturkan, perempuan juga memiliki peran dalam usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) utamanya pada sektor usaha kuliner, kerajinan dan fashion yang perlu ditingkatkan dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-9. Dari sekitar 65 jt unit UMKM yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan usahanya, 34 % usaha menengah, 50,6 % usaha kecil dan 52,9 % usaha mikro dijalani oleh perempuan.
“Masa pandemi Covid-19 menjadikan perempuan lebih rentan terkena dampak pandemi, yang berdampak pada berkurangnya pemasukan usaha mikro karena menurunnya transaksi dan kesulitan mendapatkan bahan baku,” imbuh dia. (abd)
