Dinsos Bangkep Segera Realisasi Misi Keenam Bupati 

Luwukpost.id -
Kepala Dinas Sosial Banggai Kepulauan, Mohammad Amin

SALAKAN, LUWUK POST-Program Tunjangan Hari Tua, Santunan Anak terlantar, dan Santunan Kematian, dalam visi misi Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2017-2022, sebentar lagi akan direalisasi

Kepala Dinas Sosial, Mohammad Amin mengatakan, program yang belum teranggarkan sejak 2018 tersebut, baru terdanai pada APBD tahun 2021, sebesar Rp 100 juta lebih. Kemudian bertambah menjadi Rp 300 juta, setelah usulannya direstui Bupati.

“Jadi, di 2021 sejak saya dilantik, saya langsung berkomunikasi dengan Bappeda terkait realisasi visi misi Bupati, maka anggaran Rp 100 juta itu ditambah menjadi Rp 490-an juta,” tutur Mohammad Amin kepada media ini, Selasa (21/12).

Sehingga, lanjut dia, dana sebesar itu diproyeksikan untuk tiga kegiatan, yakni Tunjangan Hari Tua, Santunan Kematian, dan Santunan bagi anak terlantar.

Rincian penerima berdasarkan postur anggaran yang tersedia, yaitu Tunjangan Hari Tua sebanyak 1650 jiwa, Anak Terlantar 340 jiwa, dan Santunan kematian sebanyak 40 jiwa.

Khusus Santunan Kematian, Menurut Amin, TAPD mengarahkan agar data ditetapkan dari Bulan Oktober hingga 20 Desember 2021 dengan target 40 jiwa, khusus masyarakat miskin yang tercatat dalam DTKS. Penetapan itu, disesuaikan dengan keterbatasan kuota.

“Tapi, setelah dihitung-hitung, ternyata hingga 20 Desember, data kematian dalam DTKS yaitu sebanyak 60 orang. Karena saya tidak mau ada kecemburuan sosial, maka saya cukupkan. Tadinya Rp 2,5 juta per orang, maka saya kurangi menjadi, Rp 1.600 perkasus,” jelasnya.

Untuk tunjangan hari tua, jumlah penerima tiap desa, rata-rata sebanyak 11 orang. Kalau pun ada yang tercatat, kemudian tidak sempat menerima, maka tahun 2022, ia memastikan akan menerima. Sebab anggaran di tahun 2022, akan lebih besar.

Sedangkan, untuk Anak Terlantar, sebelumnya diprogramkan untuk semua desa. Tapi karena masih terdapat beberapa desa yang belum memasukkan data mutakhir, maka anak terlantar di desa-desa tersebut pun tidak mendapat santunan itu.

“Padahal kita sudah kasih jangka waktu untuk pemutakhiran, tapi tetap tidak dimasukkan. Maka kita sesuaikan saja dengan jumlah desa yang menyerahkan pemutakhiran data anak terlantar itu,” ujarnya.

Ditargetkan pekan depan, jika anggaran bantuan tersebut sudah dicairkan, maka pihaknya akan segera turun lapangan untuk penyerahan. Sebelumnya, pun Bupati bersama Kapolres telah melakukan penyerahan secara simbolis.

Ditambahkannya, terkait Program Rutilahu, tahun 2022 dipastikan akan terealisasi. Sebab sisa waktu yang ada untuk tahun ini, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Program-program itu akan tetap saya pertahankan menjadi program berkelanjutan hingga Bupati tidak lagi menjabat,” tutupny (Rif)