
Peresmian oleh Bupati yang berlangsung di halaman Gedung PMI tersebut dihadiri Ketua PMI Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Kominfo, Ratnasari N. Turungku (Sekretaris PMI), Kepala Bapenda, Din Lamasada; Kepala Dinas Perizinan, Muis Abdul Latif; Kabag Protokol Pimpinan Daerah, Phido Afriyanto, dan undangan lainnya.
Usai menjalankan prosesi peresmian, berupa pemotongan Nasi Tumpeng dan Penandatanganan Prasasti, Bupati, di depan sejumlah awak media menyampaikan tiga harapannya.
“Mudah-mudahan dengan sudah diresmikan dan dibukanya pelayanan Unit Donor Darah ini, masyarakat akan lebih mudah dan gampang mendapatkan darah, dan tentunya masyarakat akan lebih sehat,” cetus Bupati dalam menyampaikan harapan pertamanya.
Kedua, Bupati berharap petugas yang bekerja di UTD PMI tersebut adalah petugas yang mempunyai sumber daya cukup atau terampil. Sehingga semua peralatan yang tersedia dapat dioperasikan sesuai dengan keahlian masing-masing.
Terakhir, Bupati berharap agar seluruh fasilitas yang ada bisa terawat sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Dan tentunya pun, beliau berharap hubungan antar masyarakat dan PMI bisa terjaga, agar kebutuhan darah bagi masyarakat bisa terus terpenuhi.
“Berikut, saya berharap semua fasilitas yang cukup canggih di dalam ini, bisa jaga sampai selamanya. Dan juga hubungan antara PMI dan masyarakat bisa terawat dengan baik. Sehingga transfusi darah bisa terus berjalan berkesinambungan,” harapnya.
Bupati pun sempat menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran tersendiri di APBD untuk mendukung kegiatan donor darah.
Sukri, SKM Kepala Markas PMI Provinsi Sulteng memberikan tanggapan tehadap peresmian UTD PMI Bangkep. Ia menyebut, sejauh ini, di Sulteng baru ada Lima daerah yang memiliki UTD, yaitu Poso, Toli-Toli, Banggai, Banggai Laut, dan di Bangkep.
Tentunya, lanjut dia, peresmian tersebut akan menjadi catatan pihaknya untuk dilaporkan ke Pimpinan PMI pusat. Setidaknya, sambung dia, dari Propinsi akan terus membantu dari sisi teknis.
“Yang terpenting, teman-teman staf disini. Saya sudah komunikasi denga ketua PMI Bangkep, akan kita latih secara teknis di UTD Markas PMI yang ada di Propinsi,” rencananya.
Sementara itu, terkait inovasi awal untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mendonorkan darah, Ketua PMI Bangkep, dr. Abdi Gunawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah sosialisasi di desa-desa.
“Dalam sosialisasi itu, ada komitmen yang dibangun dengan masyarakat agar bersedia mendonorkan darah, jika dibutuhkan,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan itu pun, menjelaskan, bahwa setidaknya dalam sebulan, PMI bisa menyediakan 150 sampai 200 kantong darah yang bisa diberikan kepada yang sangat membutuhkan. (Rif)

