
Rencana kegiatan tes urine tiba-tiba itu, disampaikan Oslan kepada 25 dari 26 pegawainya dalam apel pagi yang digelar di teras kantor BNNK Bangkep, Kamis Pagi (30/12).
“Jadi, memang rencana kegiatan tes urine ini sebelumnya saya katatakan, cuma Tuhan dengan saya yang tahu. Karena memang, saya tidak ingin ada yang absen hanya karena tahu rencana ini. Satu orang tidak hadir karena sakit,” kata Kepala Badan (Kaban)
Lanjut Kaban, tujuannya jelas untuk memastikan ada tidaknya pegawai BNNK yang mengonsumsi narkotika. Dia pun tidak ingin publik berasumsi negatif tentang lembaga yang dipimpinnya.
“Ya, jangan sampai publik ada yang berfikir bahwa BNNK hanya melakukan tes urine untuk pegawai di instansi lain. Tapi di lembaga sendiri, tidak. Maka saya melakukannya,” jelasnya.
Sebagai pimpinan lembaga, Kaban mendahului 24 pegawainya yang hadir untuk dites. Setidaknya ada enam parameter yang digunakan, yaitu tes Ganja, Morphin, Ekstasi, Sabu, Kokain, dan jenis obat penenang lainnya.
Hasilnya, menunjukkan tidak satu pegawai pun yang terindikasi menggunakan satu dari enam parameter tes narkotika tersebut. Sehingga, kegiatan ini bisa semakin meyakinkan publik bahwa pegawai BNNK Bangkep bersih dari narkotika.
“Kalau pun ada pegawai yang hasil tesnya terindikasi positif. Tentunya saya akan tindaklanjuti di laboratorium. Alhamdulillah bersyukur tidak ada pegawai yang terindikasi positif menyalahgunakan narkotika ,” tegas Kaban.
Dia berharap, sampai kapan pun pegawai BNNK Bangkep tetap terhindar dari penyalahgunaan narkotika. (Rif)
