
SALAKAN, LUWUK POST-Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) temuan BPK RI yang disepakati pada Paripurna tahun 2020 silam, diseriusi DPRD Banggai Kepulauan dengan melaksanakan rapat penetapan komposisi kepanitiaan.
Ketua Fraksi Golkar Bintang Persatuan, Irwanto IT. Bua terpilih sebagai Ketua Pansus dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Rusdin Sinaling, di Ruang kerja Komisi I pada Jumat (28/1).
“Iya, rapat penetapan komposisi pansus temuan BPK RI. Dan Saya dipercayakan sebagai Ketua,” kata Iwan, sapaan Irwanto IT. Bua kepada media ini di Kantornya.
Menurut Iwan, Kamis pekan depan, pihaknya akan menggelar pertemuan internal untuk membahas sejumlah hal terkait, terutama soal metode kerja pansus yang akan dilakukan.
Mininal, kata Iwan, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas pansus, yaitu selama tiga bulan atau 100 hari. Butuh waktu sedikit lama, karena kerugian negara itu, ditemukan BPK sejak beberapa tahun sebelumnya. Totalnya mencapai, lebih dari Rp 80 Miliar.
“Pembentukan pansus itu sudah wajar. Sebab dari tahun ke tahun temuan BPK itu terus membebani daerah. Hitungan terakhir tahun 2020, totalnya sudah mencapai 80-an Miliar Rupiah,” ujar Iwan.
Mirisnya, hingga kini tak tampak adanya niatan eksekutif untuk berupaya mengembalikan piutang tersebut ke kas daerah. Padahal, sebut dia, daerah tengah didiperhadapkan dengan soal ketidakmampuan anggaran.
Disebutkan Iwan, padahal sebagian besar temuan senilai puluhan miliar itu, berada di tangan pihak ketiga, yang sampai saat ini masih aktif menajalankan usahanya.
“Logikanya, mana ada pengusaha yang uangnya sedikit. Tapi karena tidak ada ketegasan, sehingga tidak ada terbebani untuk membayar,” tandasnya.
Olehnya, menurut dia, beberapa fraksi termasuk Fraksi Golkar Bintang Persatuan menyeriusi temuan itu, guna mengupayakan kembalinya kekayaan negara itu ke kas pemerintah daerah.
“Karena itu, kita dari beberapa fraksi, termasuk fraksi golkar bintang persatuan menyeriusi hal itu melalui Pansus, untuk mendorong pemerintah daerah mengupayakan pengembalian puluahan miliar uang itu,” tukasnya. (Rif)
