Bupati dan Ketua DPRD Bangkep Jawab Soal Kekurangan Dokter di RSUD Trikora 

Luwukpost.id -
Rais D. Adam, Bupati Banggai Kepulauan.

SALAKAN, LUWUK POST-Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rais D. Adam dan Ketua DPRD, Rusdin Sinaling memberikan jawaban positif terkait permasalahan kekurangan beberapa dokter ahli di RSUD Trikora Salakan, belakangan ini.

Permasalahan kekosongan dokter ahli di RSUD Trikora Salakan diyakini tidak akan berlangsung lama, sebab Bupati mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak Universitas Hassanuddin (UNHAS) Makassar, khususnya Fakultas Kedokteran.

“Sudah. Jadi, Saya sudah ketemu langsung dengan pak Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, untuk membicarakan soal itu,” jawab Bupati ke sejumlah wartawan, saat ditemui Ketua DPRD, Rusdin Sinaling di ruang kerjanya, Kamis (24/2).

Dari hasil komunikasi tersebut, pihak fakultas kedokteran memberikan jawaban cukup menjamin. Namun, pihak fakultas menyaratkan agar pihak pemerintah kabupaten Bangkep datang langsung di Kampus tertua di Kota Makassar tersebut.

Terkait itu, Bupati telah memberikan kepercayaan kepada Kepala Dinas Kesehatan, dr Abdi Gunawan untuk mewakili pemerintah daerah ke Kampus UNHAS, guna membahas lebih detil berbagai hal terkait.

“Saya juga sudah beritahu pak Kadis Kesehatan ditunggu di makassar sama pak Dekan UNHAS. Supaya bisa memilih langsung dokternya disana,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD mengaku sangat mengapresiasi respon cepat Bupati terkait hal iti. Dia mengaku memberikan dukungan penuh atas langkah-langkah yang dilakukan Bupati, terutama dari sisi penganggaran.

Bahkan, Rusdin mengatakan akan memberikan jaminan alokasi pembiayaan lebih besar dari beberapa daerah lainnya, sebagaimana Kabupaten Banggai Laut berdasarkan informasi, memberikan jaminan senilai Rp 60 Juataan.

“Jadi kita di Bangkep, boleh dinaikkan lebih tinggi dari itu, sampai di angka Rp70 juta,” sebut Rusdin.

Dalam kesempatan itu, Rusdin berucap bahwa perjuangan pemerintah daerah dalam memfasilitasi kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab mendasar yang sudah selayaknya dipenuhi.

“Paling tidak, layanan kesehatan masyarakat di bangkep bisa menjadi lebih optimal,” pungkasnya. (Rif)