
Cale panggilan akrabnya menyebutkan, bahwa saat ini tahapan yang sedang dilaksanakan adalah penerimaan pendaftaran keikutsertaan kabupaten Se-Sulawesi Tengah pada cabang olahraga yang akan diperlombakan.
Untuk perkembangan terkini berapa jumlah kabupaten yang telah mendaftar, dijawab Cale, bahwa hampir semua telah mendaftar.
“Updatenya nanti pada tanggal 31 Agustus Pukul 00.00 Wita, saat penutupan pendaftaran cabor,” sambung dia.
Untuk venue cabor pun, lanjut Cale telah siap, hanya saja mengenai actionnya pada awal bulan Oktober agar venue cabor tetap terjaga.
Ia mencontohkan, misalnya untuk venue lapangan bola voli, walaupun anggaran telah ada akan tetapi jika dilakukan pada bulan ini dengan range waktu yang masih tersisa 2 bulan maka dikhawatirkan melakukan pemeliharan tambahan lagi nantinya.
“Kita maunya pada saat pembukaan pelaksanaan venue cabor terlihat baru dan terjaga, ditargetkan dua minggu sebelum pembukaan Porprov sudah harus rampung,” tandasnya.
Dengan suksesnya tahapan demi tahapan yang telah dijalankan oleh Panitia, Cale dengan mantap mengatakan bahwa Kabupaten Banggai telah siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Sulteng ke IX.
Dana Sharing Porprov Pemprov Sulteng
Dalam memberikan pengantar mengenai perkembangan dana sharing/hibah Porprov dari Provinsi Sulteng, Ketua Koni Banggai, H. Muntasar Abd Aziz menjelaskan, wacana pengunduran tanggal pelaksanaan Porprov telah diutarakannya langsung kepada Ketua KONI Sulteng di Palu.
Berdasar pertimbangan dana sharing Porprov dari Provinsi Sulteng yang baru dianggarkan pada KUA PPAS, dan menurut aturan masih harus melewati beberapa mekanisme lagi, yang diperkirakan akan membutuhkan waktu sampai dengan proses pencairan di Bulan Oktober.
“Saya telah mengusulkan secara lisan kepada Ketua Koni untuk pengunduran jadwal pelaksanaan Porprov pada tanggal 10-17 Desember dengan alasan yang disebutkan tadi, tapi sifatnya bukan resmi,” ungkapnya.
Ada beberapa aspek yang menjadi dasar dalam usulan pengunduran pelaksanaan Porprov, jelas Muntasar, dengan proyeksi dihitung mundur dari pelaksanaan Porprov pada 19-26 November 2022.
“Jika mekanisme pencairan dana hibah terealisasi nanti di Bulan Oktober, dikorelasikan dengan produksi atau pengadaan medali yang membutuhkan waktu 2 bulan, maka pelaksanaan Porprov terpaksa harus diundur pada Bulan Desember,”bebernya.
Mengenai kepastian dana hibah Provinsi Sulteng berimplikasi pada jadwal pelaksanaan yang terwacanakan di undur, Ketua Panitia Porprov, Syarifudin Abbas menyahutinya dengan penegasan agar tidak berspekulasi.
“Kita tunggu kedatangan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) serta Sekum KONI Sulteng pada tanggal 4 September, untuk membahas masalah Porprov agar jelas,” imbuhnya.
Menutup pembicaraan tersebut Cale pun dengan lantang kembali berucap, apapun konsekuensi pada hasil pertemuan bersama Panwasra dan KONI Sulteng nanti, Kabupaten Banggai siap melaksanakannya. (Mjd)






