Mes Pemda Terkesan Dipaksakan di APBD-P, Jupri Hermawan : Kok Ngotot Sekali, Ada Apa Ini? 

Luwukpost.id -
Jupri Hermawan, Ketua DPD Hanura Banggai Kepulauan

SALAKAN, LUWUK POST – Rencana pembangunan Mes Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) hingga kini terus menuai kontorversi dari sejumlah pihak. Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan langkah pemda untuk mempertimbangkan pembatalan rencana tersebut.

Jupri Hermawan misalnya. Ketua Hanura Bangkep itu, tampak konsisten dengan sikapnya sedari awal yang menolak pembangunan mes tersebut masuk di APBD Perubahan tahun 2022. Bahkan ia tak segan-segan melontarkan nada kecurigaan dengan niatan pemerintah daerah yang terkesan memaksakan agenda itu.

“Kok ngotot sekali, ada apa ini, ada apa ini? Setelah kami terlusuri ternyata masih ada hubungan. Tapi ini masih dalam tahap investigasi,” tandas Jupri kepada media ini, Sabtu (3/9).

Lanjut dia, karena itu ia mengaku, pihaknya akan mengeluarkan keputusan bersama guna meminta perwakilan KPK RI di Palu agar segera menelusuri rencana pembangunan mes tersebut.

Jupri melontarkan kecurigaannya, lantaran realisasi perencanaan mes tersebut seakan diburu pada APBD Perubahan tahun 2022. Padahal, kata dia, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, seperti infrastruktur jalan.

Jupri menilai logika pembangunan yang diusung pemda saat ini, sangat jauh dari agenda pengentasan kemiskinan. Pasalnya, perbaikan infrastruktur jalan yang sesungguhnya lebih korelatif dengan dukungan peningkatan ekonomi masyarakat, justru tidak lebih penting dibanding pembangunan mes.

Bahkan, ia meminta para pengambil kebijakan daerah tidak pura-pura buta dengan peristiwa kecelakaan yang menewaskan warga di ruas jalan yang rusak parah antara Desa Tunggaling dan Desa Labibi Kecamatan Peling Tengah, pekan kemarin.

“Nah peristiwa tragis itu kan terjadi di ruas jalan yang notabenenya sudah rusak parah. Jadi janganlah pemda pura-pura buta dengan hal itu. Jalan yang seharusnya bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat justru menjadi malapetaka. Terus, masih beranikah kita bilang mes pemda lebih penting dari jalan?,” ketusnya.

Karena itu, Jupri menyeru seluruh rakyat Bangkep, mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan pernyataan sikap agar pemda peka terhadap apa yang terjadi di daerah.

“Untuk itu kepada saudara-saudara, tama tina utus-utus sasaibino ko mo dano dimbai lipu nia,  lipu tano peling nia, kalau punya waktu mari datang untuk mengeluarkan pernyataan sikap kepada wakil rakyat kita yang kalian pilih, agar peka terhadap apa yang terjadi di negeri yang kita cintai ini,” serunya. (Rif)