
Kerusakan jalan yang mulai didapati pengendara dari awal mennajak, hingga ke Poki-poki (Sub Desa Kautu) itu, tetap dilintasi pengendara, bukan karena kondisinya masih layak, melainkan jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju Salakan, Ibukota Bangkep.
Setidaknya, masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tinangkung Utara, Kecamatan Totikum, dan sebagian masyarakat Kecamatan Totikum Selatan melintasi jalan tersebut.
“Ancaman kecelakaan yang diakibatkan oleh kerusakan itu, tentu sangat tinggi, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian masyarakat yang biasanya memiliki kapasitas muatan cukup berat,” kata Warga Desa Tatakalai yang enggan disebutkan namanya, kepada media ini yang kebetulan melewati jalan itu, Kamis (20/10)
Lanjut dia, kerusakan jalan itu pula menjadi ancaman keselamatan bagi kendaraan penumpang. Terlebih, kendaraan yang ditumpangi pasien rujukan dengan kondisi gawat darurat.
Herannya, kondisi jalan yang terabaikan selama bertahun-tahun lamanya itu, kemudian menuai tanda tanya. Pasalnya, posisi jalan yang datar justru lebih diprioritaskan, daripada yang berada pada di tanjakan dengan status rusak berat.
Meski begitu, Menurut Ahmad Arba Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Bangkep kepada Media ini, Minggu (23/10), pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran perbaikannya untuk tahun 2023.
“Rencananya tahun 2023 Pak,” singkatnya saat ditanya tentang ada tidaknya rencana pemerintag daerah memperbaiki jalan tersebut. (Rif)
