DESA KOYOAN DITEROR TUYUL

Luwukpost.id -

Luwukpost.id, Nambo — Menjelang akhir tahun 2022, disaat seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Banggai mulai disibukkan dengan berbagai persiapan menyambut perpisahan tahun 2022, tapi tidak dengan sejumlah warga Desa Koyoan Kecamatan Nambo yang waspada terhadap teror mahluk astral sejenis Tuyul.

Informasi itu disampaikan langsung oleh beberapa warga desa setempat yang mengungkapkan, sejak lebih sebulan lalu, masyarakat di Desa Koyoan mulai kehilangan uang tunai secara bersamaan.

Kehilangan uang tunai mungkin biasa, akan tetapi jika kehilangan uang tunai secara bersamaan waktu dengan tetangga lainnya. Semakin menguatkan dugaan bahwa uang yang hilang secara tak wajar itu adalah ulah si tuyul.

Salah seorang IRT Desa Koyoan yang akrab disapa Bia (38), menceritakan bahwa hari atau tanggal dimulainya teror itu tak diketahuinya secara pasti.

“Telah berlangsung sejak bulan lalu, saat itu beberapa warga secara bersama-sama kehilangan sejumlah uang tunai,” sebutnya kepada pewarta, Selasa (27/12).

Lanjut, yang membuat dirinya dan beberapa emak-emak lainnya heran, para korban yang kehilangan uang tunai secara bersamaan mengaku, uang tunai yang diambil atau hilang tidak secara keseluruhan.

“Seperti tetangga menyimpan uang tunai sebanyak 1 juta, yang dicuri tidak keseluruhan akan tetapi tetap disisakan beberapa lembar,” sebut Rabia menjelaskan kejadian di sekitar Desa Koyoan yang menimpa tetangganya itu.

Senada, IRT Desa Koyoan lainnya bernama Sumiati (46) yang membenarkan pernyataan Bia, bahwa sejumlah warga masyarakat di Desa Koyoan marak kehilangan uang tunai.

Nilai Uang yang hilang jumlahnya variatif dan daerah atau wilayah paling banyak kehilangan uang tunai itu di kawasan pesisir Desa Koyoan.

“Perasaan takut menghantui sejumlah warga termasuk saya juga merasakan was-was apalagi ketika menjelang malam hari,” tandasnya.

Sumiati berujar, bahwa, dirinya bukan takut kehilangan uang, sebab uang cash/tunai yang tersisa dirumah hanya untuk keperluan sehari-hari seperti masak dan jajan anak sekolah, sedang yang lain telah ditabungnya di Bank.

Perasaan takut Miati lebih disebabkan jikalau dia nanti dalam keadaan sendirian di rumah dan tiba-tiba didatangi sosok tuyul yang dimaksud.

“Ebe bisa pingsan saya pas liat tuyul awalnya imut, ketika didekati ternyata bertaring,” ujarnya memproyeksikan rasa takutnya.

Obrolan Rabia dan Sumiati pun di sahuti beberapa warga Koyoan yang spontan menganggukkan kepala, seakan membenarkan uang tunai yang hilang itu dicuri tuyul.

Dengan marak berkembang opini tentang tuyul sebagai penyebab uang tunai milik warga yang hilang, diharapkan agar para tokoh atau warga setempat menginisiasi pengaktifan ronda malam.

“Semoga dengan diaktifkannya ronda malam, teror tuyul bisa hilang dan kondisi masyarakat kembali normal,” harap Sugianto (42) warga Desa Koyoan yang mengaku tak percaya teror tuyul.

Sebab lanjut Sugi, sebelum marak isu tuyul di Koyoan, beberapa bulan sebelumnya warga sekitar juga pernah memergoki pencuri di rumah salah satu warga di kawasan pesisir, hanya saja pelakunya tidak tertangkap.

“Takutnya teror ini dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan seperti para pencuri kambuhan atau bisa siapa saja, sebab kejahatan terjadi karena ada kesempatan,” sebutnya mengutip pernyataan populer.

Seperti dilansir Luwukpost.id dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Arti kata tuyul adalah makhluk halus yang konon berupa bocah berkepala gundul, dapat diperintah oleh orang yang memeliharanya untuk mencuri uang dan sebagainya.(BU)