Nelayan Kabupaten Banggai Membutuhkan Kapal Pajeko

Luwukpost.id -

Luwukpost.id, Luwuk — Sejumlah masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan mengaku sangat membutuhkan kapal penangkap ikan multi fungsi atau biasa disebut Kapal Pajeko.

Kapal Pajeko mempunyai panjang kurang lebih 14 meter dengan lebar 4 meter serta digerakkan dengan empat motor  tempel di buritan itu sangat dibutuhkan nelayan setempat untuk meningkatkan hasil tangkapan di wilayah perairan Banggai.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan pasangan Nelayan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Sumiati dan suaminya yang menyebutkan bahwa penduduk Desa Tou, mayoritas berprofesi sebagai nelayan terpaksa harus menyewa Kapal Pajeko dari daerah lain, seperti Bitung, Gorontalo dan Makassar.

“Kami, kalau sudah saatnya melingkar ikan di rompong biasanya memakai kapal bantuan dari sulawesi selatan,” ungkap Sumiati kepada pewarta  saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (28/1/2023).

Lanjut, dengan konsekuensi penyewaan kapal daerah lain, tentunya sebagian hasil tangkapan ikan ikut dibawa ke daerah lain.

“Hasil tangkapan nelayan kita berbagi di pasaran Luwuk dan provinsi Sulawesi Selatan karena memakai kapal bantuan dari Sulawesi Selatan,”  pungkasnya.

Mereka bukannya tak bersyukur dengan bantuan-bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Perikanan dan Kelautan. Akan tetapi, bantuan masih berupa mesin katinting, yang setiap tahun terus dianggarkan dan notabene dalam meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan tak maksimal.

Untuk itu, Sumiati dan suaminya berharap agar pemerintah daerah dapat menaruh perhatian terhadap kebutuhan para Nelayan di Kabupaten Banggai demi kemandirian produktivitas perikanan daerah.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banggai, Rusdi Rahmat yang diklarifikasi perihal itu, pada Senin (30/1), mengakui bahwa kapal yang menjadi harapan para nelayan Kabupaten Banggai (kapal pajeko,red) juga telah menjadi bagian perencanaan program Dinas Perikanan Kelautan.

Hanya saja, terang Rusdi, anggaran pengadaan yang belum mencukupi untuk memenuhi pengadaan kapal pajeko tersebut.

Rusdi menjelaskan lebih lanjut, untuk harga satu kapal pajeko kurang lebih 2 Miliar dengan kapasitas 20 ton sampai 30 ton.

Akan tetapi penganggaran kebutuhan kapal pajeko senantiasa menjadi pembahasan alot di lembaga legislatif.

Rusdi pun tak menampik dengan keluhan para nelayan yang menyebutkan pengadaan katinting terus dianggarkan setiap tahunnya.

“Iya memang benar, selama kurun waktu dalam 5 tahun terakhir senantiasa diadakan. Dimana setiap tahunnya dianggarkan senilai 1,8 Miliar,” tutupnya. (*/tr-10)