Polres Touna Terjunkan Puluhan Personel Bantu Warga Terdampak Banjir

Luwukpost.id -

TOUNA, LUWUK POST. id – Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng) membantu warga yang terdampak banjir di Kecamatan Tojo dan Tojo Barat akibat guyuran hujan berintensitas tinggi pada Minggu (21/1) sore.

Kapolres Tojo Una-una AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan bahwa Polres Touna telah menurunkan personel kepolisian terdekat untuk membantu warga dalam menangani dampak banjir di Kecamatan Tojo dan Kecamatan Tojo Barat mulai Senin (22/1).

Polres Tojo Una-una dan Kompi Brimob Marowo Tojo Una-una menurunkan 75 personel untuk bersinergi dengan TNI, BPBD, Satpol PP untuk membantu penanganan pascabanjir.

Polres setempat melakukan langkah penanganan pascabencana, di antaranya membuka dapur umum, memberikan pelayanan kesehatan, pelayanan penyaluran air bersih, distribusi bantuan sosial dan kerja bakti pembersihan lumpur di rumah-rumah warga, serta fasilitas umum.

“Ratusan rumah warga terendam dan satu orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Kepolisian menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban meninggal dunia akibat musibah banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Tojo dan Kecamatan Tojo Barat,” sebutnya.

Situasi terkini Jalan Trans Sulawesi yang terdampak banjir dan menghubungkan Kecamatan Tojo dan Tojo Barat sudah dapat dilalui kendaraan, namun ruas jalan yang menghubungkan dua desa, yaitu Malino-Tayawa, Kecamatan Tojo masih terputus.

“Warga setempat juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, walaupun beberapa di antaranya masih memanfaatkan rumah ibadah untuk mengungsi.”

Trauma Healing ke anak-anak Korban Banjir //

Pasca bencana Alam akibat banjir di wilayah Kecamatan Tojo, Kapolres Touna AKBP Ridwan J. M. Hutagaol, SIK, SH memberikan trauma healing bagi anak-anak korban bencana banjir di Desa Tayawa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Touna, Senin (22/1/2024).

Dalam kegiatan Trauma Healing ini, Kapolres Touna AKBP Ridwan J. M. Hutagaol juga memberikan pelayanan kesehatan, membagikan sembako, makanan ringan, susu kepada anak-anak dan warga yang terdampak banjir.

Kapolres Touna AKBP Ridwan J. M. Hutagaol mengatakan, kegiatan trauma healing bertujuan untuk memulihkan psikologinya agar dapat melupakan kejadian bencana banjir yang telah terjadi. Dengan demikian, psikis anak-anak tidak mengalami trauma atau rasa takut yang berkepanjangan.

“Trauma healing adalah upaya pihak kepolisian dengan memberikan perhatian lebih atau khusus terhadap anak-anak penerus bangsa yang menjadi korban banjir,” kata AKBP Ridwan.

 

AKBP Ridwan menambahkan, trauma healing yang dilaksanakan yaitu melakukan dialog komunikasi persuasif humanis kepada anak anak melalui waking hipnosis for trauma healing, menghibur, menghilangkan trauma psikologis mereka.

“Kegiatan ini kami lakukan guna memberikan sentuhan kepada anak-anak pasca bencana alam yang terjadi, semoga dengan adanya kegiatan kehadiran kami dapat bermanfaat bagi sesama,” pungkas Kapolres. (*/MM)