Luwuk, LUWUKPOST.ID – Membanggakan, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, terpilih dan lolos sebagai peserta The World Youth Festival.
Gisela Luigi Septiana, salah satu Dosen tetap pada Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi ini, bakal berangkat ke Negara berjulukan Beruang Merah, pada Rabu, 28 Februari 2024 mendatang.
Kepada Harian Luwuk Post, Jumat (26/1), Gisela mengatakan, kegiatan utama ini akan dilaksanakan, di Sirius Federal Territory, Sochi, Russia, pada Jumat-Kamis, 1-7 Maret 2024.
Sochi sendiri kata Gisel, merupakan Kota yang pernah menjadi Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2018.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan program Regional pada tanggal 10-17 Maret 2024.
Selama mengikuti program Regional ini, dirinya bakal di tempatkan di salah satu kota dari 30 kota di Rusia, yang menjadi tuan rumah program regional.
Dijelaskan Gisel, World Youth Festival atau yang disebut Festival Pemuda Dunia merupakan acara pemuda terbesar di dunia yang diselenggarakan berdasarkan keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Menariknya, festival ini akan dihadiri oleh 20.000 pemimpin muda Rusia dan asing dari berbagai bidang.
Seperti bidang Pendidikan, sains, budaya, bisnis, media, kerjasama internasional, sukarelawan dan amal, olahraga serta berbagai bidang kehidupan publik.
“20.000 peserta festival ini berasal dari 180 negara,”ucapnya.
Lolos sebagai peserta dalam kegiatan tersebut, tentunya Dosen muda perwakilan Unismuh Luwuk ini turut merasa bangga.

Ia mengaku, jika dirinya terpilih melalui proses seleksi yakni registrasi, menulis esai dan juga mengupload video berdurasi 1 menit.
Menurut dia, dari 1000 pendaftar di Indonesia yang diterima hanya 100 delegasi dan akan mewakili Indonesia pada festival ini.
Kemudian 100 delegasi tersebut, dipilih atau diseleksi kembali manakah yang memiliki nilai serta poin tertinggi, dalam penulisan esai serta video yang telah dibuat.
Setelah lolos, kata Gisel, selama mengikuti program ini, akan dibiayai penuh (Fully Funded) dari pemerintah Russia.
“Salah satunya saya sebagai peserta dari Indonesia, yang mendapatkan poin atau nilai tertinggi, sehingga dibiayai penuh yaitu transportasi, makan-minum, akomodasi hotel, akses ke seluruh acara Pendidikan, budaya dan juga olahraga,”serunya.
Adapun topik esai yang dibuatnya terkait “the world of opportunities for everyone” dan untuk video berdurasi 1 menit terkait prospek kerja sama antara Indonesia dan Russia.
“Di mana, saat itu saya fokus membahas peluang kerjasama di sektor pendidikan dan bisnis yang ada di Kabupaten Banggai,”kata dia.
Gisel berharap, selama berada di Russia hingga kembali ke Indonesia, program ini bisa memberikan dan meningkatkan ilmu pengetahuannya.
Baik itu perspektif baru tentang besarnya peran pemuda di seluruh dunia untuk masa depan dan kehidupan dunia yang lebih baik lagi.
“Saya juga berharap selama di sana, juga bisa berbagi pengalaman pada anak-anak muda, khususnya di Kabupaten, hingga pantang menyerah untuk bersaing di kancah global /dunia, dan juga dapat berkontribusi yang lebih baik lagi kepada Universitas Muhammadiyah Luwuk dan juga Masyarakat Kabupaten Banggai,” tandasnya. (dat)
