LUWUK, LUWUKPOST.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai, mencatat sekitar 45 ton sampah perhari dihasilkan dari sampah rumah tangga.
“Sampah yang paling banyak dari jumlah ini adalah yang dihasilkan rumah tangga,” ucap Yori Binaba, Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan Muda, DLH Banggai, Rabu 24 April 2024.
Menurutnya, puluhan ton sampah tersebut berasal dari Kelurahan Luwuk, Kelurahan Luwuk Selatan dan Kelurahan Luwuk Utara, sementara itu sebagaian wilayah Luwuk Utara belum terlayani karena terkendala sarana dan prasarana armada pengangkut sampah yang kurang.
Setiap hari, petugas kebersihan mengambil sampah untuk diangkut menggunakan beberapa armada truk ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA
Yori Binaba mengatakan, walaupun setiap hari di adakan pengangkutan tetapi sampah terus bertambah setiap harinya, hal ini dikarenakan DLH Kabupaten Banggai masih terkendala dengan sarana dan prasarana dalam proses pengangkutan sampah
“Kami kekurangan Armada pengangkut sampah, bahkan saat ini ada beberapa truk pengangkut sampah yang sudah berusia 15 tahun,” ungkap Yori.
Selain itu, penyebab lainnya menumpuknya sampah rumah tangga karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,.
“Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, di selokan, pinggiran jalan, laut, sungai dan lainnya, dan ini yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah setempat dalam hal ini Lurah dan jajarannya.
“Menurut Yori Binaba, Setiap adanya kelahiran ataupun penambahan jumlah anggota rumah tangga bisa menghasilkan sampah pribadi sebesar 0,05 persen, atau sekitar setengah kilo perhari, tanpa pandang batas usia, dan akan membludak di hari-hari besar,” bebernya.
Inovasi DLH, Budidaya Rumah Maggot //
Terkait hal itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai, selain melakukan pemilahan sampah juga membuat inovasi baru yakni, budidaya rumah maggot yang telah berjalan dua tahun, dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah.
Budidaya Rumah Maggot ini pun sebagai bentuk Inovasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai yang berasal dari sampah rumah tangga dan sampah pasar atau sampah organik yang menjadi bahan makanan ulat Maggot.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan belatung Black Soldier Fly (BSF) yang dapat di gunakan sebagai pakan ikan atau unggas yang berasal dari konsumsi sampah organik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai, juga mengubah sistem pengolahan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill yang bertujuan agar masyarakat kabupaten Banggai tidak tercemar penyakit yang disebabkan oleh pembakaran sampah di TPA Bunga. (TR-01)
