LUWUK, LUWUKPOST.ID – UPTD Puskesmas Simpong Luwuk Kabupaten Banggai, meluncurkan Sistem Pelayanan Integrasi Layanan Primer (ILP), di rangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal pada Kamis, (2/5/2024).
Sistem Pelayanan ILP yang untuk pertama kalinya mulai di terapkan oleh Puskesmas Simpong, dipastikan menjadi pelayanan percontohan yang baik bagi puskesmas lainnya khususnya yang berada di Kabupaten Banggai.

Kepala Puskesmas Simpong Sumiatry Yanti Emping, SKM dalam sambutannya mengatakan bahwa Halalbihalal yang di agendakan setiap tahun ini bertepatan dengan Launching Integrasi Layanan Primer (ILP),” terangnya.
Puskesmas Simpong dibawah naungan Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah setempat mengharapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dapat meningkatkan layanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan terjangkau sampai pada tingkat masyarakat, keluarga dan individu sesuai Transformasi bidang kesehatan pada pilar pertama.
Ia menjelaskan, terhitung mulai hari ini (Kamis, 2 Mei 2024), Puskesmas Simpong ILP resmi diterapkan sesuai surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai tentang Struktur Organisasi UPTD Puskesmas di Kabupaten Banggai, tanggal 29 maret 2024.
Lanjut, walaupun belum melakukan kaji banding akan tetapi, UPTD Puskesmas Simpong optimis mampu menerapkan ILP sesuai dengan prosedur yang berlaku. Integrasi Layanan Primer ini pun kami mulai dari tingkat desa dengan memberikan pelatihan kepada kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat serta ditempatkannya 1 bidan dan 1 perawat beserta dokter sebagai penanggungjawab di Polindes Bubung.
“Dengan resminya penerapan sistem layanan ILP, masyarakat dapat menjangkau akses pelayanan kesehatan mulai dari Posyandu, Poskesdes tanpa harus ke Puskesmas,” ucapnya.
Sumiatry mengungkapkan, dalam penerapan ILP di puskesmas, masyarakat akan di arahkan ke pelayanan berdasarkan siklus hidup, sehingga penanganan penyakit dapat dilakukan secara komprehensif.
Untuk pembagiannya, Klaster 1 untuk pendaftaran dan managemen puskesmas, Klaster 2 untuk pelayanan kesehatan ibu hamil ,anak sampai usia remaja, Klaster 3 Untuk usia produktif hingga lansia, Kluster 4 SKDR dan penanggulangan penyakit, serta Lintas kluster meliputi kefarmasian,kegawatdaruratan dan laboratorium.
Selain itu, kata Sumiatry, saat ini pun sedang dalam proses persiapan aplikasi rekam medis elektronik untuk mempermudah masyarakat dalam pelayanan medis dan di perkirakan akan rampung sebelum bulan Juli mendatang.
“Diharapkan dengan adanya Integrasi Layanan Primer ini semua masyarakat dapat menjangkau pelayanan Kesehatan mulai dari tingkat dusun yaitu Posyandu, Desa Pustu/Poskesdes hingga tingkat Kecamatan yaitu Puskesmas sehingga derajat kesehatan masyarakat akan semakin meningkat.”
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, I Wayan Suartika membuka kegiatan dengan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Puskesmas Simpong dalam pencapaiannya terkait sistem pelayanan ILP.
“ILP hadir sebagai pelayanan kesehatan terintegrasi dengan fokus kesehatan di desa yaitu Puskemas Pembantu,” tuturnya.
Kadinkes, I Wayan Suartika menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan rehabilitasi dan pembangunan Pustu, ada 14 Pustu yang di agendakan, dan 2 diantaranya, yaitu, Pustu Pagimana dan Pustu Luwuk Timur dimana progress telah sampai pada tahap penyelesaian, dan di pastikan sisanya akan rampung sebelum tahun 2025 mendatang.
“Kami telah membuat usulan untuk penambahan peralatan guna untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam mendukung program ILP,” tandasnya.
Masih dalam kegiatan itu, Camat Luwuk Selatan, Rifody Penak turut menegaskan bahwa pemerintah daerah khususnya kecamatan sangat mendukung program Integritas Layanan Primer (ILP) yang diterapkan Puskesmas Simpong.
Selain dihadiri Kadinkes dan jajaran UPTD Puskesmas Simpong, turut hadir Sekretaris Dinkes Nurmasita Datuadam. (*/TR-01)
