TOILI, LUWUK POST.ID – Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUMKM) Kabupaten Banggai resmi membuka kegiatan “coaching clinic“ upaya pengembangan menuju koperasi modern tahun 2024, yang di laksanakan di Hotel Puri Ayu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, pada Rabu (8/5/2024).
Dalam penjelasannya membuka kegiatan pelatihan, Helena Padeatu menerangkan bahwa, tujuan pelaksanaan coaching clinic yakni, untuk meningkatkan produktivitas layanan koperasi yang baik, berdaya saing dan adaptif dengan perubahan.
“Sehingga menghasilkan koperasi yang modern di mana terwujudnya tiga pilar pengembangan koperasi, meliputi pilar kelembagaan, pilar usaha dan pilar keuangan dimana seluruh layanan sudah terdigitalisasi,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Helena juga menegaskan, Dinas KUMKM dibawah arahan Bupati Amirudin senantiasa mendukung penuh kegiatan pengembangan baik kegiatan koperasi modern dan pengembangan UMKM daerah.
Helena melanjutkan, coaching clinic pengembangan yang dilaksanakan selain yang telah disebutkan, juga merupakan salah satu tahapan dari aksi perubahan reformer, atas nama Yusriani A.Jangoh, SS,MM dalam rangka pelatihan kepemimpinan Administrator Angkatan XVI 2024.

Pelaksanaan kegiatan berdasarkan perintah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, kemudian, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 2021 tanggal 02 februari 2021 tentang kemudahan, pelindungan, pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Serta surat edaran Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, nomor 15 tahun 2021 tentang pengembangan koperasi modern dan dokumen pelaksana anggaran organisasi perangkat daerah Dinas Koperasi dan Ukm nomor : 910/73/Diskop tanggal 27 Desember 2023,” rinci Helena.
Mengenai sumber dana pembiayaan pada kegiatan coaching clinic pengembangan menuju koperasi modern, dibebankan pada dokumen pelaksanaan anggaran organisasi perangkat daerah (DPA OPD) Tahun 2024 Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai.
Terpisah, Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Kominfo Kabupaten Banggai, Fachri Rukly yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut, mengungkapkan, tujuan kegiataan untuk menyampaikan upaya dalam transformasi digitalisasi yang akan di proses melalui pembuatan aplikasi koperasi modern.
“Dengan gambaran vitur untuk bisa menjalankan ataupun mengoperasikan secara modern,” tuturnya.
Narasumber lainnya, Zulfikar Anuhu menambahkan, koperasi – koperasi di Kecamatan Toili yang telah mengikuti kegiatan coaching clinic pengembangan koperasi modern dapat berupaya menjalin hubungan kerja sama, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, swasta, perusahaan, LSM dan Perguruan Tinggi (Universitas) demi menambah presentase keberhasilan usaha produk koperasi.
“Guna pemanfaatan dan pengembangan aset koperasi sebagai sumber penghasilan koperasi.Dengan begitu koperasi harus menjadi Offtaker pertama untuk penjualan hasil usaha dari anggota. Koperasi juga harus melakukan digitalisasi dari aspek marketing, kelembagaan dan keuangan. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,” ungkap Zulfikar.
Untuk diketahui, jumlah peserta yang mengikuti coaching clinic sebanyak 20 orang, terdiri dari beberapa pengurus koperasi yang ada di Kecamatan Toili, Kecamatan Toili Jaya dan kecamatan Batui Selatan. Diantaranya yakni, Koperasi Unit Desa Kencana Murni, Koperasi Unit Desa Tolisu Jaya, Koperasi Sawit Maleo Sejahtera dan Koperasi Agro Sejahtera Lestari. (*/ASW)
