Furqan dan Obama Jadi Rebutan, Pengamat : nilai keduanya tinggi

Luwukpost.id -

LUWUK, ( luwukpost.id ) – Pengamat politik daerah yang juga akademisi Kabupaten Banggai, Kisman Karinda memberikan tanggapannya terkait opini masyararakat yang membandingkan figur ideal bakal calon wakil bupati, yakni, H. Samsulbahri Mang (Obama) dan petahana Wabup Furqanudin Masulili atau akrab disapa Furqan yang santer dikabarkan diperebutkan para Cabup Pilkada Banggai 2024.

Kepada media ini, Senin (13/5/2024), Kisman menyebutkan bahwa, antara keduanya, baik antara Obama dan Furqan masing-masing memiliki value yang tinggi.
“Value atau nilai plus ini jika dianalogikan seperti pemain bola yang mempunyai skill mumpuni, sehingga nilai market keduanya tinggi,” tandasnya.

Kisman mengungkapkan, dalam kondisi apapun kalau sesuatu yang di perebutkan berarti punya nilai plus. Itu sama halnya dengan petahana Wabup Banggai saat ini.
Menurutnya, jika di analisa dari trek record wakil-wakil bupati sebelumnya, banyak diantara mereka yang berakhir bukan dengan happy ending, artinya banyak diantara wabup banggai periode-periode sebelumnya pada akhir-akhir masa Jabatan selalu diiringi dengan ketidak harmonisan.

“Berbeda dengan petahana wabup saat ini, yang nota bene berangkat dari birokrat sehingga secara pemerintahan, Furqan “tau diri” membedakan mana yang menjadi wilayahnya dan mana yang tidak, serta bersikap profesional,” ungkap Kisman.

Kisman meyakini bahwa popularitas Furqan yang berlatar belakang birokrat dan senantiasa profesional menjadi faktor yang menjadi nilai market Furqanudin itu tinggi.
Sama halnya dengan tokoh politik kebanggaan daerah, H. Samsulbahri Mang atau Obama yang disebutnya sebagai tokoh populis dan mempunyai indikator mentereng sebagai calon Wabup.

Fenomena partai golkar yang ingin mengusung kadernya itu sah-sah saja, kata Kisman. Dan jika Bali Mang yang menjadi pilihan partai golkar untuk berlabuh dalam kontestasi pilkada Banggai nanti, akan menjadi ancaman serius bagi lawan-lawan politiknya, karena Bali Mang pun sangat mumpuni dalam hal pengalaman di pemerintahan.

“Ini justru menguntungkan partai golkar, apalagi jika petahana BUpati Amirudin maju sebagai Cabup dari Golkar. Kalau tidak, maka keadannya akan Berbeda,” tutup Kisman. (*/ASW)