Luwuk, LUWUKPOST.ID – Upaya untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai menggelar Focus Group Discussion (FGD).
Kegiatan FGD kali ini turut mengusung tema “Pendidikan Pemilih Dalam Perspektif Akademi,” yang berlangsung di Hotel Santika Luwuk, pada Sabtu, 1 Juni 2024.
Dalam kegiatan ini, KPU Kabupaten Banggai juga, melibatkan para Akademisi dan Mahasiswa, yang berasal dari beberapa perwakilan Universitas di kota Luwuk.
Kegiatan FGD itu, dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Banggai, Santo Gothia.
Dirinya pun turut didampingi anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Mahmud Basir serta Divisi Penyelanggaraan, Hidayat Helingo.
Dalam kesempatan itu, Santo Gothia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menerima saran dan masukan yang berkaitan dengan tema tersebut.
“Jadi ini bagian dari untuk mendengarkan pendapat atau saran,”kata dia.
Namun, sebelum itu, Santo mengucapkan rasa terimakasih atas dukungan dari berbagai pihak yang telah mensupport kegiatan KPU selama ini.

Santo menilai, meskipun telah melewati atau melaksanakan tahapan pemilihan Legislatif baru-baru ini, tapi belum dapat dikatakan sempurna.
Hanya saja, pihaknya memastikan pemilihan kemarin tak ada TPS satupun yang tidak memilih di hari H.
Meskipun begitu, sebut Santo, ada beberapa hal yang masih tetap berjalan, baik itu mengenai relung-relung pemilu maupun sengketa yang harus dituntaskan.
Apalagi disaat yang sama, pihaknya akan kembali melaksanakan tahapan Pemilu yakni Pilkada.
“Oleh karena itu, sangat penting dan strategis, kami mengajak Akademisi, Mahasiswa dan Wartawan untuk memberikan masukan atau perspektif baru, dalam rangka kami melaksanakan pendidikan pemilih di Kabupaten Banggai,” tuturnya.
Diketahui bersama, sambung Santo, bahwa angka partisipasi Pemilih sebelumnya berada dikisaran 79 persen.
Tetapi saat Pemilu kemarin, KPU Banggai meningkatkan angka partisipasi pemilih menjadi 82 persen.
“Sehingganya kita berharap, angka partisipasi pada Pilkada mendatang terus naik atau bertambah,” pungkasnya.
Menurut dia, paling tidak kenaikan angka partisipasi dalam memilih bukan dikarenakan uang (Many politik) dan bukan pula karena faktor lain. Melainkan karena tingkat kesadaran.
“Kita berharap angka partisipasi itu naik karena kesadaran, dalam hal ini mereka bertanggungjawab sebagai warga negara, sehingga merasa penting untuk memilih serta bertanggungjawab terhadap suaranya masing-masing, maka mereka mau ke TPS bukan karena ada sesuatu atau tendensi dari pihak manapun,”ucapnya.
Selanjutnya, usai membuka FGD, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para Akademisi, Mahasiswa dan Wartawan hingga peserta lainnya, yang dipandu langsung oleh anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, Mahmud Basir.(dat)
