Abdullah Djafar Bawa Materi FJP Tingkat Provinsi

Luwukpost.id -

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banggai, Abdullah Djafar, mendapat kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam rangka sosialisasi fasilitasi pembinaan profesi jabatan fungsional perencana (FJP).

Sosialisasi yang berlangsung di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Itu, diikuti oleh peserta Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Kabupaten Parigi Moutong.

Sebelumya, dalam kegiatan yang sama pula, Abdullah Djafar juga menjadi narasumber di Kabupaten Ampana, yang diikuti oleh Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Tojo Una-Una.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, sejak Senin-Selasa, 18-19 November 2024,  beliau dipercayakan sebagai narasumber, atas penunjukan langsung oleh Bappeda Provinsi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menyamakan persepsi mengenai perencanaan pembangunan.

Selama kegiatan berlangsung, Abdullah Djafar, turut menjelaskan tentang tahapan pengusulan formasi Jabatan Fungsional Perencana yang meliputi empat langkah utama.

Adapun empat langkah tersebut yakni, pertama, bagaimana memetakan rencana kebutuhan, kemudian melakukan analisis kebutuhan FJP pada lingkungan pemerintahan.

Kedua, mengenai pembahasan internal pemerintah daerah (Pemda), diskusi dikatakan melibatkan BKPSDM dan Bagian Organisasi untuk merumuskan formasi yang diperlukan.

Ketiga, sosialisasi tentang rekomendasi formasi ke Bappenas, hal ini tentunya membahas tentang bagaimana mengajukan rekomendasi formasi ke Bappenas untuk mendapatkan persetujuan.

Keempat, tentang penetapan formasi oleh Kemenpan, dimana pembahasan ini menyosialisasikan tentang penetapan formasi dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ditunjuk sebagai narasumber sosialisasi FJP, tentunya merupakan apresiasi dan kebanggan bagi seorang Abdulah Djafar yang juga selaku Sekretaris Bappeda Banggai.

Putra asli Saluan ini menunjukan eksistensi sebagai anak daerah yang mampu memberikan serta berbagai dalam pengetahuannya, tidak hanya di daerah sendiri, melainkan lintas Kabupaten. (red)