Pasar sentral Luwuk Kabupaten Banggai mengalami insiden kebakaran hebat, Minggu (8/12). Sebanyak 135 bangunan ludes dilalap si jago merah.
Informasi yang dihimpun Luwuk Post, peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 08.20 Wita. Bermula Ketika salah satu petak atau lapak milik warga setempat yang ada di samping masjid terdapat kepulan asap tebal.
Tak berselang lama, disusul dengan kobaran api dengan cepat menjalar ke masjid yang disebelahnya hingga ke bagian petak lain di arah selatan.
Maklum karena petak tersebut sebagian besar berbahan kayu, sehingga membuat amukan api kian membesar dan sulit dijinakan warga menggunakan alat seadanya berupa ember dan Loyang yang diisi air dan disiramkan ke kobaran api.
Tak lama berselang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi kebaran untuk memadamkan api. Adapun bangunan yang terbakar itu yakni 55 bangunan Los, terbagi 35 hunian tanpa usaha dan hunian usaha 20.
Sedangkan bangunan Petak terdapat 74. Kemudian terdapat pula bangunan tambahan sekitar 6 Los. Petugas Damkar dibantu warga akhirnya bisa memadamkan api setelah berjam-jam berupaya menjinakan amukan api tersebut.
Untung saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Dalam peristiwa itu, tampak sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banggai serta Bupati Banggai, Ir. Amirudin, turun langsung meninjau lokasi pasar sentral Luwuk.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai, Ramli Tongko, saat dikonfirmasi awak media di lokasi kejadian, mengatakan Bupati Banggai menginstruksikan dua OPD Dinas Sosial dan Dinas Perindag untuk bersama-sama melakukan rapat tentang kondisi pasar sentral Luwuk.
“Ini hari kami rapat langsung dengan Bupati Amirudin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Banggai, Natalia Patolemba, pihaknya telah mendata jumlah lapak maupun los dan korban yang mengalami kebakaran.
“Datanya telah kami laporkan langsung ke atasan,” kata Natalia.
Saat ini pula, dirinya bersama Sekda Banggai melakukan pertemuan secara langsung bersama Bupati Banggai, untuk melaporkan kondisi pasar sentral Luwuk.
“Saya bersama pimpinan OPD lainnya dan Bupati Banggai akan mengikuti rapat bersama, dan nantinya akan membahas serta mencarikan solusi terhadap pedagang pasar sentral Luwuk,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Disperindag melakukan penampungan korban kebakaran di BPU Kelurahan Luwuk.
” Saat ini sudah ada 35 KK, Posko bantuan sosial di pusatkan di Bpu Kecamatan Luwuk dan tersedia dapur umum di Kelurahan luwuk,” ucapnya.
Kasi Humas Polres Banggai, Iptu Al Amin S Muda mengatakan, bangunan di pasar yang kebanyakan berbahan kayu ini, membuat si jago merah membakar dengan cepat.
Ketika ditanya berapa sar total kerugian atas kebakaran, Natalia juga belum mengetahui, anggota di lapangan masih membantu memadamkan api,” jelasnya.
Tak hanya padamkan api, para petugas juga ini membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga di pasar.
“Aksi TNI-Polri membantu padamkan kebakaran ini mendapat apresiasi pun terekam kamera dan viral di berbagai media sosial,”tandas Natalia. ***
