Pelatihan Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM Banggai Sukses Digelar

Kadis Helena : Pelaku UKM Dapat Mengimplementasikan Pengetahuannya

Luwukpost.id -

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Micro (UKM) Banggai, Helena Padeatu, menutup secara resmi kegiatan pelatihan kewirausahaan manajemen usaha bagi pelaku usaha Mikro, di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Kecamatan Luwuk Selatan, Banggai, pada Jumat (7/2).

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Rabu-Kamis, 5-7 Februari 2025, ini diikuti sebanyak 25 pelaku usaha Mikro dari 12 Kecamatan.

Helena menyampaikan, pelatihan ini merupakan kegiatan pertama Dinas Koperasi UKM di awal tahun 2025, sehingga pelaksanaan ini berkaitan dengan percepatan anggaran DPA yang diserahkan oleh Bupati Banggai, Ir. Amirudin, pada awal tahun.

Selama pelatihan dilaksanakan, sambung Helena, dirinya mengetahui  apa yang dirasakan oleh seluruh peserta pelaku UKM, ia menilai jika kegiatan ini sangat berkesan bagi para peserta, sebab mereka mengikuti dengan antusias dan aktif.

“Sehingga kedepan diharapkan pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi,”ujar Helena.

Di lain sisi, Helena juga menanggapi tentang pelaksanaan pelatihan yang diharapkan agar bisa melibatkan seluruh pelaku usaha di luar Kecamatan. Namun kata Helena segala bentuk kegiatan tentunya melihat porsi anggaran yang ada.

Sehingga kedepan, kata dia, upaya dalam pelatihan nanti, para pesertanya akan dilakukan secara bergilir, dengan begitu, pelaku UKM yang berasal di satu Kecamatan mendapat kesempatan yang sama untuk menerima ilmu pengembangan usahanya.

Dalam kesempatan itu, Helena mengingatkan agar peserta setelah menerima pelatihan ini, dapat mengaplikasikan apa yang telah diterima, bagaimana memperhatikan konsep usahanya hingga memberikan pelayanan yang baik, meskipun usaha itu baru berjalan.

Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memperhatikan management usahanya, seperti menyusun rencana agar usahanya bisa berjalan dengan lancar. Apalagi ketika telah memiliki karyawan, maka pemilik usaha tak perlu repot untuk mengatur usahanya.

“Tinggal bagaimana pelaku usaha pintar  mengatur atau memanagemen. Sehingga ketika ada panggilan pelatihan di luar daerah, pelaku usaha tidak lagi pusing atau memikirkan usahanya yang ditanggalkan alias tetap berjalan,”terangnya.

Helena juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus memberikan pelayanan sertifikat halal gratis kepada ratusan pelaku usaha Banggai, agenda ini merupakan program bersama Kementerian Agama, agar setiap produk atau kemasan yang dijual memiliki label halal.

Di akhir sambutannya , Helena tak luput mengucapkan terimakasih kepada Bupati Banggai dan Wakil Bupati Banggai, yang telah memberikan perhatiannya hingga fasilitas anggara pemerintah, sehingga pelatihan ini  bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada mentor pelatihan UKM yang telah berbagi ilmu baru terhadap pelaku UKM binaan Dinas Koperasi UKM Banggai. Dengan begitu ekonomi pelaku usaha di Kabupaten Banggai terus berkembang dan bergairah.

 

Kesan dan Pesan Peserta

Dinas Koperasi UKM Banggai mendapat apresiasi dari seluruh peserta atas pelaksanaan pelatihan kewirausahaan management usaha, yang melibatkan puluhan pelaku usaha dari perwakilan 12 Kecamatan.

Apresiasi ini disampaikan salah satu peserta asal Kecamatan Simpang Raya, Desa Dwi Prakarya, Veni. Di hadapan peserta dan Kadis Koperasi UKM, dirinya menyampaikan rasa syukurnya dan terimakasih kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Koperasi UKM beserta Mentor.

Veni, pemilik usaha bernama EL Dhiva ini, mengatakan sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan, sehingga ia bersama teman-teman lainnya dapat belajar dan menambah ilmu pengetahuan yang baru.

Menurut  Veni, banyak hal yang tidak diketahui sebelumnya, tapi setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan ini seluruh peserta bisa memahami bagaimana cara mengembangkan usahanya.

“Oleh karena itu, kami juga berterimakasih kepada mentor-mentor yang sangat luar biasa, karena banyak hal dan inovasi baru  yang diberikan kepada kami,”serunya.

Mewakil peserta lainya, Veni juga menyampaikan harapan agar Dinas Koperasi agar terus memberikan pelatihan dengan ilmu yang baru atau berbeda. Sebab dikatakan Veni, pelaku usaha menginginkan untuk bisa menjadi berbeda dari sebelumnya hingga menginginkan untuk bisa naik kelas sebagai pelaku UKM.

Sebagai pelaku UKM, setelah menerima pelatihan, Veni juga bertekad untuk merubah maindset untuk bisa berkarir dari pedagang menjadi pengrajin hingga menjadi seorang pengusaha.

“Mengapa demikian, sebab kami menginginkan UKM kita naik kelas. Maka bermimpilah engkau setinggi-tinggi langit, jika engkau jatuh maka akan jatuh di antara bintang-bintang,” cetus Veni menukil sebuah pepatah semangat. ***

Komentar