Semarak Lomba Mancing KKN-PPM Untika Luwuk 2025 di Kecamatan Bangkurung, Rektor : ini Bagian dari Edukasi Pemanfaatan Potensi SDA

Luwukpost.id -

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Tompotika (Untika) Luwuk angkatan ke-32 tahun akademik 2025 mengadakan acara lomba mancing. Kegiatan ini merupakan realisasi rangkaian program usulan pada tingkat Kecamatan.

Pelaksanaan lomba itu berlangsung dan di pusatkan di Desa Taduno, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Acara lomba yang dihadiri Rektor, Taufik Bidullah, beserta jajaran civitas akademik Untika, turut dihadiri pula oleh warga masyarakat hingga pemerintah setempat.

Antusias keikutsertaan para peserta juga berasal dari perwakilan masing-masing desa yang berada di wilayah Kecamatan Bangkurung.

Dalam sambutan Rektor yang juga sekaligus membuka secara resmi acara tersebut, mengungkapkan perasaan yang bangga ketika bisa hadir berkunjung kembali di wilayah maupun di tengah masyarakat Bangkurung.

Rektor muda itu mangaku kunjungan di wilayah Bangkurung bukanlah pengalaman pertama kalinya, melainkan sudah kali ketiganya ia datang setelah sebelumnya pada waktu pengantaran langsung mahasiswa KKN-PPM Untika.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor kemudian menyampaikan tentang sumber daya laut yang sangat begitu memilki potensi besar terhadap peningkatan ekonomi kesejahteraan masyarakat.

Sebab Kecamatan Bangkurung telah banyak memberikan bukti akan potensi kelautan. Apalagi banyak pengunjung yang berdatangan dan memilih titik spot mancing di wilayah ini.

Namun demikian, ketika potensi itu tak dapat dikelola secara maksimal, tentu akan jauh dalam orientasi pemberian sustainable atau proses berdampak hingga berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Artinya potensi ini harus dikelola dengan baik,” ujar Rektor.

Selain itu, Rektor pula berkata agar peran pemerintah serta masyarakat tetap menjaga kelestariannya dalam konteks budaya kearifan lokal sampai dengan waktu yang lama.

Di samping itu, Rektor juga menerangkan terkait proses pengelolaan sumber daya yang tentunya dibutuhkan namanya aksesibilitas, baik itu informasi atas sumber daya yang didukung maupun dimiliki.

Sehingganya program lomba mancing ini adalah bagian dari mengejawantahkan atau membuat nyata dalam konsep besar terhadap potensi pengelolaan sumber daya laut yang dimaksud.

Maka dalam pelaksanaan program ini bukan hanya sekedar euforia atau meriah dan hanya memikirkan tentang besaran hadiah saja. Tetapi bagaimana menjadikan pemantik maupun pesan, hingga dibutuhkan peran masyarakat serta pemerintah Desa, Kecamatan, Tokoh masyarakat dan pemuda, untuk terus memperkenalkan sampai ke luar wilayah Bangkurung.

“Bahkan bila perlu membuat event yang besar dan mengundang peserta dari luar daerah, di mana lewat agenda tersebut dapat menyampaikan informasi potensi unggulan yang dimiliki. Dengan begitu akan meninggalkan pesan dan kesan bahwa Bangkurung itu sangat luar biasa,”ucapnya.

Apalagi kata Rektor, apabila kekayaan potensi yang dikelola dengan baik dan maksimal, tentu akan memberikan dampak multiplayer efek kepada masyarakat, terlebih dalam kesejahteraan ekonomi.

“Bila perlu dalam pengelolaannya dibuatkan skema kunjungan bagi pengunjung, agar mereka tidak hanya datang untuk memancing tetapi bagaimana membuka peluang untuk menghadirkan penginapan,” jelasnya.

Ketika hal itu benar-benar terealisasi dengan baik, maka bisa meningkatkan efek domino atau perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat setempat.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan lomba program mancing ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Ia juga mengungkapkan rasa terimakasih atas dukungan pemerintah dan desa yang telah memfasilitasi baik program-program yang telah dijalankan.

Sementara itu, Camat Bangkurung, Adiwijaya SY. Nbidaya, mengungkapkan kebanggaan atas terlaksananya kegiatan lomba mancing ini.

Menurut dia kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman contoh yang baik terhadap masyarakat khususnya nelayan Kecamatan Bangkurung.

Sebab wilayah Bangkurung, kata Camat, memilki banyak kekayaan potensi SDA. Meskipun begitu masih saja terdapat sejumlah masyarakat yang belum sadar akan kelestarian sumber daya yang dimiliki.

Baginya sampai dengan saat ini, ada dua hal yang membuat wilayah Bangkurung itu dikenal, pertama yaitu mengenai ilegal fishing kemudian pengeboman.

“Maka dengan adanya kegiatan ini, tentu sangat memberikan contoh. Oleh karena itu mari kita menjaga kelestariannya, bila perlu jangan cuma satu desa saja, tetapi seluruh desa yang ada di Kecamatan Bangkurung,” tegasnya.

Usai memberikan kata sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan peserta lomba, itu ditandai dengan penyerahan dayung kepada peserta. ***

Komentar