Mahasiswa KKN-PPM Untika Luwuk lakukan aksi penanaman ratusan bibit pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian pelestarian alam pesisir pantai Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut.
Aksi penanaman itu merupakan program akhir tingkat Kecamatan, setelah sebulan lebih melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, yang kemudian dirangkaikan dengan acara penutupan dan penarikan mahasiswa KKN-PPM angkatan 32 tahun Akademik 2025.
Aksi penanaman pohon juga dihadiri Bupati yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai Laut, Ruslan Tolani; serta dihadiri Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah; beserta jajaran civitas akademik, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat.
Dikatakan Rektor Taufik Bidullah, selama satu bulan pelaksanaan KKN, para mahasiswa tak hanya melakukan program-program pengabdian berbasis ilmiah, tetapi juga terlibat langsung dalam dinamika sosial masyarakat.
Salah satu kegiatan yang mendapat sorotan adalah penanaman 200 bibit mangrove di kawasan pesisir Banggai Utara.
“Penanaman ini bukan hanya soal jumlah, tetapi sebuah pesan bahwa kondisi ekosistem mangrove kita sedang tidak baik-baik saja. Olehnya mahasiswa hadir untuk mengingatkan, memantik, dan memberi inspirasi bagi upaya pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Rektor betapa pentingnya pelestarian sebab dapat memberikan manfaat keberlangsungan hidup masyarakat serta lingkungan seperti menahan abrasi pantai baik itu dalam istilahnya Global Warming.
“Apalagi fungsi dari mangrove ialah dapat menyerap karbon dioksida. Di sisi lain memproduksi oksigen,” tuturnya.
Begitupun dalam pemanfaatan mangrove, Dikatakan Rektor, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Sehingganya, apa yang telah dibuat hari ini, adalah bagian dari pesan untuk semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat.
Meski hanya berlangsung singkat, pihak Universitas meyakini bahwa berbagai program yang telah dilaksanakan, meski itu secara materi tidak besar, namun memiliki nilai strategis karena dirancang berdasarkan pemetaan masalah dan kebutuhan riil di masyarakat.
“Program-program ini lahir dari observasi langsung, bukan sekadar formalitas atau keinginan sepihak. Inilah bentuk pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dirinya mengharapkan agar pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar ajang kemeriahan, tetapi bagaimana pemerintah hingga masyarakat terus memberikan perhatiannya dalam kelestarian demi keberlangsungan hidup.
Rektor pula mengungkapkan rasa terimakasih atas perhatian, pembelajaran yang telah banyak diberikan kepada mahasiswa, begitupun sebaliknya. Dirinya pula memohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN, terdapat perilaku yang tidak menyenangkan. ***

Komentar