Unismuh Luwuk Genjot Pemutakhiran Kurikulum Hadapi Tantangan Era Digital

Luwukpost.id -

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai terus melakukan terobosan dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satunya dengan menggelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum bertajuk “Transformasi Kurikulum, Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan, dan Integrasi Artificial Intelligence”, yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juni 2025, di Hotel Santika, Kecamatan Luwuk Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, serta menghadirkan dua narasumber; Prof. Dr. Suparman dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, dan Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si, Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Pembelajaran LP2MP Universitas Negeri Makassar.

Ketua panitia kegiatan, Dr. Hardianti, melaporkan bahwa workshop ini diikuti oleh sedikitnya 40 dosen dari berbagai program studi di lingkungan Unismuh Luwuk. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta, dekan fakultas, serta mitra eksternal yang turut ambil bagian.

 “Kami bersyukur atas antusiasme seluruh peserta dan mitra. Kehadiran narasumber nasional juga menjadi nilai tambah luar biasa bagi proses pengembangan akademik di kampus ini,” ujar Dr. Hardianti.

Sementara itu, Rektor Dr. Sutrisno menekankan pentingnya transformasi kurikulum di tengah cepatnya perubahan zaman, terutama dalam konteks revolusi digital dan perkembangan industri.

 “Kami ingin lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga adaptif, inovatif, dan berkarakter. Karena itu, pemutakhiran kurikulum harus menyentuh realitas kehidupan, bukan semata formalitas akademik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti urgensi integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) ke dalam pembelajaran, sebagai bagian dari strategi mencetak lulusan yang berdampak secara nyata di masyarakat dan dunia kerja.

 “Kurikulum hari ini tidak cukup hanya memenuhi standar, tapi harus relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Karena itu, semua prodi harus memasukkan transformasi digital dalam rancangannya,” imbuh Rektor.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya penguatan Catur Dharma perguruan tinggi Muhammadiyah, dengan tetap menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyaan sebagai benteng moral di tengah derasnya arus informasi tanpa batas.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret Unismuh Luwuk dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan zaman, serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan membawa dampak positif bagi bangsa. ***

Komentar