Sebanyak 47 orang dari Kabupaten Banggai ikut serta dalam kegiatan Pawai Ta’aruf yang menjadi pembuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-28 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini digelar di Kabupaten Poso pada Minggu pagi, 22 Juni 2025.
Pawai Ta’aruf dilepas langsung oleh Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwan, di Lapangan Maroso Poso sekitar pukul 09.00 WITA. Acara ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati dan para pejabat daerah lainnya.
Suasana berlangsung meriah, penuh semangat dan kebersamaan dari para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Poso mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah dari berbagai daerah.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Poso mengucapkan selamat datang para tamu-tamu kafilah dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar,” ujar Verna Gladies.
STQH tahun ini mengangkat tema “Berani Wujudkan Generasi Qur’an yang Berakhlak dan Toleransi untuk Sulawesi Tengah Baku Sayang”. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, mulai dari Senin, 23 Juni sampai Jumat, 27 Juni 2025.
Tema ini menggambarkan harapan agar generasi muda tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an dan Hadist, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta bisa hidup rukun dan saling menyayangi.
Untuk Kabupaten Banggai, jumlah kafilah yang dikirim berjumlah 17 orang peserta lomba. Mereka didampingi oleh 30 orang pelatih dan official. Selain itu, turut hadir juga rombongan lainnya sebagai bentuk dukungan moral kepada para peserta.
Menurut informasi, Pemerintah Kabupaten Banggai juga akan menghadiri acara pembukaan resmi STQH pada Senin malam. Pemkab Banggai akan diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Ir. Ramli Tongko, S.Sos., ST., M.Si.
Pelepasan pawai ini ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Bupati Poso, yang berdiri berdampingan dengan wakil bupati serta pejabat lainnya.
Para peserta pawai tampak antusias menampilkan kekhasan budaya daerah masing-masing, mengenakan busana bernuansa islami, serta membawa spanduk atau atribut yang menunjukkan asal daerah mereka.
Melalui STQH ini, diharapkan muncul bibit-bibit baru yang mampu menjadi duta Al-Qur’an dan Hadist, serta membawa nama baik daerahnya di ajang yang lebih tinggi.(*)

Komentar