Pertamina EP DMF Zona 13 Buka Peluang Ekonomi Lewat Program Lestari Kokolomboi

Luwukpost.id -

Program Lestari Kokolomboi  Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) bagian dari Zona 13 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, mampu menaikan ekonomi kesejahteraan masyarakat Adat Togong Tanga, Desa Leme-leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Dusun nan jauh dari akses kota pemerintahan pusat Kabupaten Bangkep ini, menunjukan antusias upaya peningkatan ekonomi lewat program “Lestari Kokolomboi”, yang digagas oleh Pertamina EP DMF Zona 13.

Sejak kehadiran Pertamina EP DMF pada tahun 2021, merubah pola aktifitas masyarakat Adat Togong Tanga, yang sebelumnya melakukan mata pencaharian dengan cara berburu berbagi satwa endemik hingga penebangan pohon.

Seiring waktu berjalan, lalu Pertamina bersama pemerintah daerah serta berbagai Stakholder maupun pemangku kepentingan lainnya, turut berperan dalam menciptakan inovasi budi daya lebah madu melalui dahan yang ramah lingkungan dengan menggunakan batang palem.

Budidaya lebah madu kemudian menjadi salah satu upaya rehabilitasi kawasan hutan mengingat peran lebah sebagai pollinator yang membantu penyerbukan tanaman di sekitar kawasan. Selain itu, budidaya lebah madu ini juga menjadi mata pencaharian masyarakat dari yang sebelumnya menjual kayu hasil hutan dan berburu satwa.

Dengan membentuk beberapa kelompok, yang terdiri dari 10 orang, kini mereka mampu memanen madu dahan dan batu sebesar 800-1200 liter dalam setahun.

Para kelompok tani madu tidak hanya berperan sendiri, melainkan turut melibatkan petani madu dari luar kawasan untuk memenuhi permintaan pasar, hingga saat ini, sebanyak 245 anggota telah terafiliasi dengan kemampuan produksi sebesar 8.400 liter/tahunnya.

Tak hanya itu, dengan memanfaat hutan, masyarakat setempat juga melakukan pengelolaan Taman Kohati Kokolomboi, yang kemudian menjadi daya tarik eko wisata.

Berdasarkan data kunjungan yang dikelola oleh Pengelola Taman Kehati Kokolomboi, tercatat ada sebanyak 453 wisatawan domestik dan lebih dari 60 wisatawan mancanegara dari 22 negara yang memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar sebagai penyedia jasa lingkungan dengan ketentuan tamu domestik sebesar Rp 60.000/orang/hari dan tamu asing Rp 200.000/orang/hari.

Program Lestari Kokolomboi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi saja, melainkan memberikan dampak perbaikan terhadap lingkungan lewat restorasi lahan sebesar 4 Ha serta pemulihan ekosistem dengan penanaman 2.500 bibit flora endemik.

Dari hasil perbaikan lingkungan juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan satwa endemik Tarsius Peleng, dinmana sebelumnya 17 ekor menjadi 46 ekor dan peningkatan Gagak Banggai dari 1 ekor menjadi 8 ekor.

Program Simpul Emas

Pertamina EP DMF kemudian menunjukan kembali komitmennya dalam mendorong ekonomi masyarakat Adat Togong Tanga atau Kokolomboi melalui program Simpul Emas.

Program ini dikatakan berfokus pada sistem pengolahan madu dan ekowisata berbasis masyarakat. Sebagaimana program lanjutan dari Lestari Kokolomboi.

Program ini pula bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat adat Togong Tanga.

Melalui program Simpul Emas dari Pertamina EP DMF, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perbaikan lingkungan yakni 13,44 Ha lahan terestorasi, 279,95 Ha kawasan konservasi berbasis masyarakat, 7,12 ton per tahun pemanfaatan limbah biosulfur dan 4,5% kawasan konservasi berbasis masyarakat.

Selain itu, program ini juga telah meningkatkan indeks kehati fauna 14,6%  dan mendorong adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. *

Komentar