Inovasi CEKATAN Dukcapil Banggai

Luwukpost.id -

Pelayanan dokumen kependudukan di Kabupaten Banggai kini tak lagi tersentralisasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Banggai meluncurkan inovasi layanan jemput bola yang memungkinkan pencetakan dokumen dilakukan langsung di desa dan kecamatan.

Langkah ini diambil untuk memangkas jarak, waktu, dan biaya yang selama ini menjadi kendala utama bagi warga pedesaan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.

Selama bertahun-tahun, layanan dokumen kependudukan hanya tersedia di kantor Dukcapil yang berada di ibu kota kabupaten. Warga dari pelosok kecamatan harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen lainnya.

Situasi ini tak hanya menyulitkan dari sisi logistik, tetapi juga menambah beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga miskin dan kelompok rentan.

Sentralisasi layanan turut menyebabkan lamanya proses pelayanan. Rata-rata pengurusan dokumen memakan waktu hingga empat hari. Antrian yang menumpuk, keterbatasan jumlah petugas, serta sistem manual yang belum sepenuhnya terotomatisasi membuat pelayanan menjadi lambat. Kondisi ini juga membuka celah terhadap pungutan liar dan praktik percaloan yang merugikan warga.

Sebagai solusi, Dukcapil Banggai memperkenalkan inovasi bertajuk CEKATAN—Cetak Dokumen di Desa dan Kecamatan. Melalui program ini, pelayanan dokumen tidak lagi menunggu di kantor, melainkan bergerak aktif ke desa dan kecamatan menggunakan kendaraan layanan keliling. Petugas Dukcapil datang langsung untuk melakukan perekaman data, verifikasi, dan pencetakan dokumen di lokasi.

Mobil layanan keliling dilengkapi perangkat cetak dan sistem informasi kependudukan yang terhubung ke server pusat. Seluruh proses dilakukan secara real time dan gratis. Dengan sistem ini, proses pelayanan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam.

Tujuan dari inovasi ini adalah menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan gratis. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk mempercepat proses penerbitan dokumen serta meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di wilayah Kabupaten Banggai.

Dukcapil Banggai menargetkan layanan ini sebagai standar baru dalam pelayanan publik. Program jemput bola ini tidak hanya memangkas waktu tunggu dan biaya transportasi warga, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh dokumen resmi.

Dengan pendekatan ini, pemerintah kabupaten berharap dapat memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan sistem administrasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga. (adv)

Komentar