Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Banggai terus berinovasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan anak-anak. Salah satu program unggulan, BERISTRI (Berbagi Literasi), menjadi andalan Dispusaka untuk memperkenalkan literasi sejak dini, seperti yang terlihat dari kunjungan siswa-siswi TK Madani ke kantor perpustakaan pada Selasa (22/7/2025).
Kepala Dispustaka Banggai, Drs. Benyamin Pongdatu, M.Si, mengungkapkan bahwa kunjungan sekolah ke perpustakaan merupakan bagian dari upaya mereka untuk menjadikan Perpustakaan Kabupaten Banggai sebagai yang terbaik di Sulawesi Tengah. “Kami selalu mendengungkan pentingnya kunjungan sekolah ke perpustakaan. Hingga triwulan II ini, daftar pengunjung kami sudah mencapai lebih dari 4.000 orang,” terang Benyamin.

Benyamin menambahkan, program unggulan Dispusaka berhasil menarik berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, siswa SMP, SD, hingga SMA, untuk lebih banyak menghabiskan waktu dan mengerjakan tugas di kantor dinas. Fasilitas gratis cetak dokumen bagi pengunjung perpustakaan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Inovasi yang dilakukan Dispusaka Banggai ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Banggai untuk lima tahun ke depan, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
Salah satu guru TK Madani, Ustadzah Indah yang mendampingi kunjungan para siswa, menyampaikan apresiasinya terhadap perubahan signifikan pada gedung perpustakaan. “Saya terakhir mengunjungi kantor Dispusaka pada tahun 2010, dan saat ini pembangunannya sudah terbilang luar biasa,” ungkapnya.
Menurutnya, wajah baru gedung perpustakaan membuat anak-anak sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA, merasa betah dan sering datang untuk mencari bahan tugas.
Lebih lanjut, Indah berharap pemerintah daerah dapat menyediakan armada transportasi khusus bagi anak-anak sekolah. Armada ini bisa digunakan untuk mengunjungi area-area pendidikan di Kota Luwuk, dengan tujuan memperkenalkan pembangunan Banggai secara dini kepada anak-anak. Harapan ini menunjukkan potensi kolaborasi antara Dispusaka dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan mudah diakses bagi generasi muda.(Asw)

Komentar