BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggelar program “Goes to Campus” di Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu Prodi D3 Keperawatan Luwuk untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan sekaligus agen informasi yang mampu menyebarkan literasi JKN di masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Fadliana, menjelaskan bahwa Program JKN adalah amanat undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang dirancang berdasarkan prinsip gotong royong.
Melalui JKN, masyarakat terlindungi dari risiko biaya kesehatan yang mahal dan mendapat akses layanan yang lebih mudah, cepat, serta setara di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami ingin mengubah paradigma layanan kesehatan. Bukan sekadar ada, tetapi harus berorientasi pada kepuasan peserta. Inilah wujud nyata hadirnya negara di bidang kesehatan,” ujar Fadliana.
Ia menambahkan, transformasi mutu layanan menjadi fokus utama dengan hadirnya inovasi seperti aplikasi Mobile JKN dan antrean online yang memberikan kepastian dan kenyamanan bagi peserta.
Hingga saat ini, jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 280 juta jiwa atau 98,46 persen penduduk Indonesia, menandai terwujudnya Universal Health Coverage (UHC). Pencapaian ini mendapat pengakuan internasional dari International Social Security Association (ISSA) pada tahun 2024.
“Capaian UHC ini adalah kebanggaan bersama dan bukti bahwa gotong royong masyarakat Indonesia mampu menghadirkan perlindungan kesehatan yang inklusif,” kata Fadliana.
Selain itu, sosialisasi juga memaparkan struktur kelembagaan, model pembiayaan layanan kesehatan, serta tantangan yang dihadapi dalam pembiayaan penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 24 hingga 31 persen dari total biaya pelayanan kesehatan digunakan untuk delapan penyakit katastropik, dengan kasus jantung sebagai yang terbesar.
Koordinator Penjaminan Mutu Prodi D3 Keperawatan Luwuk, Djadid Subchan, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap BPJS Kesehatan dapat terus melakukan sosialisasi secara berkala.
“Materi ini sangat relevan untuk mahasiswa kami, karena nantinya mereka akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dengan memahami Program JKN, mereka dapat lebih siap mendukung masyarakat dalam mengakses layanan,” pungkas Djadid.(*)

Komentar