Panen Raya Masama: Beras Tangeban Jadi Primadona Banggai

Luwukpost.id -

MASAMA – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menggelar Panen Raya Padi di Desa Kembang Mertha, Kecamatan Masama, Selasa (23/9/2025).

Panen dilakukan di lahan seluas 1 hektare milik satu kelompok tani dengan varietas padi Jiheram. Hasil ubinan menunjukkan produktivitas mencapai 8,4 ton per hektare.

Kecamatan Masama sendiri memiliki luas baku sawah 3.123 hektare dengan total luas tanam 4.081 hektare. Dari luas tersebut, Kecamatan Masama menyumbang sekitar 12 persen gabah kering panen dari total produksi padi di Kabupaten Banggai. Adapun Desa Kembang Mertha memiliki sawah seluas 325 hektare yang menghasilkan sekitar 2.600 ton gabah kering panen.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Hendra Chakra Abdul Ghani, SP., M.Si, yang mewakili kepala dinas, menegaskan pemerintah akan terus memberikan pendampingan penyuluhan kepada petani. Selain itu, dinas juga menyalurkan bantuan langsung berupa sarana produksi (saprodi) seperti benih, pupuk, pestisida, serta alat pra-panen maupun pasca-panen.

Camat Masama, Hidayat Dulu, S.Sos

Camat Masama, Hidayat Dulu, S.Sos., MH, menyebut panen raya ini sebagai wujud nyata kerja keras pemerintah bersama petani. Menurutnya, Kecamatan Masama siap mendukung Astacita Presiden Republik Indonesia tentang ketahanan pangan dan sejalan dengan program Gerbang Pangan Pemerintah Daerah Banggai.

“Produksi saat ini 4,8 ton per hektare, ke depan akan meningkat dengan adanya sinergi antara petani dan pemerintah daerah,” ujarnya optimistis.

Ia menambahkan, panen raya ini menjadi tahap awal musim tanam tahun 2025. Kehadiran panen diharapkan mampu menekan laju inflasi beras di Kabupaten Banggai serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Hidayat juga menekankan, Kecamatan Masama merupakan salah satu lumbung beras Banggai. Peningkatan produktivitas, katanya, sangat bergantung pada ketersediaan pupuk bersubsidi dan sistem irigasi yang memadai. Saat ini, sebagian besar petani hanya bisa panen sekali setahun akibat keterbatasan air.

Untuk itu, pemerintah berencana meninjau potensi Danau Waru di wilayah Bali 3 sebagai sumber irigasi primer maupun sekunder, agar ke depan petani dapat melakukan dua kali musim tanam dalam setahun.

Sementara itu, Bupati Banggai Ir. H. Amiruddin, SP., MM., AIFO, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, adalah tulang punggung perekonomian masyarakat Banggai. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong kemandirian pangan melalui berbagai program, antara lain: penyediaan sarana-prasarana pertanian, penguatan peran penyuluh dan kelompok tani, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta peningkatan akses pasar bagi petani.

“Kami berharap upaya ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan Banggai sebagai salah satu lumbung pangan yang berdaya saing di Sulawesi Tengah,” tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga membuka sesi tanya jawab, memberi tips pemanfaatan teknologi pertanian, waktu pemberian pupuk dan pestisida, hingga berbagi pengalaman bertani. Ia pun menampung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur pertanian, mulai dari jalan produksi hingga irigasi persawahan.

Sebagai penutup, Bupati mencoba langsung mengoperasikan Combine Harvester, mesin panen padi terpadu yang mampu memotong, merontokkan, sekaligus membersihkan gabah dari jerami dan kotoran. (*/dat)

Komentar