Pemkab Banggai Perkuat Mitigasi Kabel Laut

Luwukpost.id -

Pemerintah Kabupaten Banggai bersama PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI) menggelar sosialisasi mitigasi risiko kerusakan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah di Hotel Santika Luwuk, Rabu (29/10). Kegiatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan infrastruktur telekomunikasi nasional sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Acara yang dibuka Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Banggai, Drs. Damri Dayanun, M.Si, mewakili Bupati Banggai, menyoroti pentingnya peran kabel Palapa Ring Tengah dalam menghubungkan wilayah Indonesia melalui jaringan serat optik bawah laut.

“Banggai menjadi salah satu wilayah strategis yang dilalui jalur kabel ini. Karena itu, perlu langkah serius dalam mitigasi risikonya,” kata Damri dalam sambutannya.

Menurutnya, aktivitas manusia seperti penangkapan ikan dengan alat berat, pelayaran, hingga faktor alam seperti gempa dan arus laut dapat mengancam keberadaan kabel tersebut. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat regulasi, koordinasi, dan edukasi masyarakat untuk mencegah potensi kerusakan.

“Pembangunan infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan perlindungan sumber daya laut dan mata pencaharian nelayan,” ujarnya.

PT Len Telekomunikasi Indonesia dalam paparannya menjelaskan posisi jalur kabel Palapa Ring Tengah yang melintasi perairan Banggai serta mekanisme pengawasan dan mitigasi jika terjadi gangguan. Perusahaan juga memperkenalkan sistem pemantauan terpadu untuk menjaga keamanan kabel optik bawah laut dari aktivitas manusia seperti penangkapan ikan atau pemasangan jangkar.

Selain sesi pemaparan teknis, forum ini juga menjadi ajang diskusi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan tentang tata kelola wilayah pesisir yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Banggai berharap kolaborasi dengan PT LTI dapat memperkuat jaringan telekomunikasi nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan digital dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Dengan meningkatnya kesadaran dan koordinasi di lapangan, risiko kerusakan kabel bawah laut diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin. (*/dat)

Komentar