Festival Budaya Lipu Celebes 2025 bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banggai.
Event berskala internasional yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banggai ini digelar selama lima hari, sejak 11 hingga 15 November 2025, dan dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Luwuk. Ribuan pengunjung yang memadati area festival memberikan peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet penjualan.
Salah satu pelaku usaha, Nurhayati (28), mengaku merasakan langsung manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut. Ia yang menjajakan minuman es jeruk di area festival mengatakan penjualannya meningkat tajam selama acara berlangsung.
“Peminatnya banyak sekali, apalagi harga per gelas hanya Rp10 ribu. Dalam satu malam pembukaan saja, dagangan saya langsung laku keras,” ujarnya kepada Luwuk Post, Selasa malam (11/11/2025).
Nurhayati mengungkapkan, dari setiap kegiatan besar yang digelar pemerintah daerah, ia bisa meraup pendapatan tambahan antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per malam. Angka ini, kata dia, cukup signifikan untuk menambah modal usaha dan memenuhi kebutuhan harian.
Ia pun berharap pemerintah daerah terus menggelar event serupa secara rutin. Selain menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, kegiatan semacam ini terbukti mendorong geliat ekonomi lokal.
“Kalau bisa sering-sering dibuat acara seperti ini. Kami para pelaku UMKM sangat terbantu. Pendapatan meningkat, semangat usaha juga ikut naik,” ujarnya menambahkan.
Festival Lipu Celebes 2025 menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis budaya tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal, geliat ekonomi kreatif Banggai kian terasa hidup di tengah semangat kebudayaan yang terus dijaga. ***

Komentar