Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Koperasi dan UKM, membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Tata Kelola Manajemen Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar selama enam hari. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat manajemen kelembagaan, keuangan hingga pelayanan koperasi agar mampu beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Banggai, Helena Padeatu, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama sejak pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Ia mengatakan, kegiatan dapat terlaksana melalui dukungan anggaran Pemkab Banggai tahun 2025.
“Kami bekerja siang malam untuk memastikan seluruh tahapan kelembagaan koperasi selesai 100 persen. Dari awalnya baru 30 persen, dalam satu minggu seluruhnya kami selesaikan,” ujar Helena.
Helena menjelaskan, hingga saat ini telah terbentuk 337 koperasi desa binaan dan 46 koperasi kelurahan, seluruhnya telah melewati proses pengesahan melalui notaris. Program ini, katanya, menjadi bagian dari agenda strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan sembilan program prioritas Provinsi Sulawesi Tengah maupun Kabupaten Banggai (Gerbang Desa).
Dinas Koperasi juga mencatat bahwa sekitar 100 dari 300 koperasi yang ada sebelumnya tidak aktif, sehingga pembentukan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi model tata kelola baru yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing.
Helena menegaskan bahwa tujuan pelatihan ini meliputi: peningkatan kapasitas pengurus dalam manajemen koperasi, mendorong penerapan tata kelola yang akuntabel, memperkuat pemahaman regulasi, membangun sinergi pengurus–anggota–pemerintah desa, serta mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa sesuai Inpres Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah pusat menyiapkan dukungan pembangunan fisik koperasi termasuk gudang, kantor dan gerai layanan. “Data yang kami terima, 75 desa telah siap dengan lahan, dan 36 di antaranya sudah masuk tahap verifikasi,” jelasnya.
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Furqanuddin menekankan bahwa kebijakan penguatan koperasi saat ini merupakan bagian dari arah ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan koperasi desa.
“Presiden ingin perekonomian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas melalui wadah koperasi. Semangatnya adalah gotong royong,” ujar Furqanuddin.
Ia menyinggung kejayaan koperasi di Banggai pada era 1960–1970-an yang dikenal sangat maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Dulu pengurus koperasi kita tidak pernah ikut pelatihan seperti sekarang, tapi koperasi maju karena satu hal: kejujuran. Itu modal utama,” tegasnya.
Wakil bupati meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius, bukan sekadar hadir secara simbolik.
“Enam hari ke depan, Anda harus benar-benar memahami manajemen koperasi. Jangan hanya datang lalu mengantuk. Ilmu yang dibawa narasumber dari Palu ini sangat berharga,” ucapnya.
Furqanuddin juga menekankan pentingnya integritas pengurus agar koperasi Merah Putih tidak bernasib seperti ratusan koperasi yang kini tidak aktif.
“Jangan sampai anggotanya menderita, pengurusnya yang menikmati. Kalau kejujuran dijaga, koperasi Merah Putih bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” katanya.
Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan id card peserta oleh Wakil Bupati Banggai serta melakukan foto bersama. (dat)

Komentar