JKN Hadir Menguatkan Langkah Ibu Irliik

Luwukpost.id -

Jamkesnews – Tidak mahal jika menyangkut soal kesehatan. Irlilik (57) memilih mendaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan kelas rawat satu, meskipun ia mengaku menjalani kehidupan sederhana dengan pendapatan terbatas. Beralamat di Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Lilik menilai biaya iuran sebesar seratus lima puluh ribu rupiah per bulan bukanlah beban berat jika dibandingkan dengan manfaat besar yang ia terima selama ini.
“Manfaat yang saya dapat jauh lebih besar daripada uang 150 ribu itu. Saya hanya perlu menyisihkan lima ribu rupiah setiap hari, dan itu sudah cukup untuk membayar iuran bulanan,” tegas Lilik yang selalu berusaha disiplin mengatur keuangannya.
Lilik bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai seorang janda yang masih menyekolahkan dua anak, ia harus membagi pendapatannya dengan cermat.
“Saya kerja dari pagi sampai malam sebagai kurir pribadi. Selain untuk biaya sekolah anak, saya juga menyisihkan untuk kesehatan lewat JKN. Saya tidak mau kompromi soal kesehatan, apalagi di usia sekarang sudah mulai rentan. Jadi, cuma JKN yang bisa saya andalkan,” ujarnya.
“Kesehatan itu mahal, dan BPJS memberikan manfaat besar,” tambahnya lagi.
Pertama kali menggunakan JKN pada 2017, Lilik menjalani pengobatan dan operasi akibat pergeseran tiga ruas tulang belakang yang sangat menyiksanya.
“Waktu itu saya sulit berjalan, bahkan lima meter saja sudah kesakitan. Akhirnya saya berobat, dirujuk, hingga menjalani operasi dan bisa kembali sembuh,” kenangnya sambil mengingat masa sulit tersebut.
Semua kebutuhan mulai dari perawatan, tindakan operasi, hingga obat-obatan ditanggung penuh oleh JKN. Lilik menilai program ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya mahal dan tanpa menunda pengobatan penting.
Ia juga merasa terbantu dengan aplikasi Mobile JKN, yang menyediakan berbagai layanan digital tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
“Aplikasi Mobile JKN sangat membantu, terutama fitur antrean online. Kita bisa antre dari rumah tanpa menunggu lama di fasilitas kesehatan. Sebagai ibu yang punya banyak aktivitas di rumah, fitur ini membuat semuanya lebih efisien,” jelasnya.
“Ingin ke puskesmas atau rumah sakit sekarang sudah tidak repot lagi,” tambahnya.
Terakhir, Lilik berpesan agar masyarakat tidak ragu menjadi peserta JKN.
“Tidak perlu takut menjadi peserta JKN. Kita tidak akan rugi. Yang rugi justru adalah mereka yang tidak terdaftar dan tidak mempersiapkan jaminan kesehatan,” tutupnya.

Komentar