Kantor Bea Cukai Luwuk Banggai menggelar kegiatan bertajuk “Jam Istirahat: Satukan Aksi Basmi Korupsi” dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Selasa (9/12).
Acara ini sekaligus menjadi momentum pemberian apresiasi kepada para pemangku kepentingan atas kerja sama dan dedikasi selama setahun terakhir.
Kepala Kantor Bea Cukai Luwuk Banggai, Muamar Khadafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hakordia harus menjadi pengingat agar seluruh jajaran dan mitra kerja terus menjaga integritas.
“Harkodia mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dilaksanakan. Karena itu kami selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari Bapak Ibu sekalian,” ujarnya.
Khadafi menegaskan Bea Cukai hadir bukan hanya sebagai institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga sebagai pemberi layanan dan fasilitasi ekspor. Ia menyebut wilayah Luwuk tidak memiliki kegiatan impor signifikan, namun aktivitas ekspornya didominasi oleh amonia dan LNG.
“Nilai devisa ekspor kita mencapai sekitar 2 hingga 2,5 miliar dolar AS per tahun. Kami bangga dengan kontribusi seluruh stakeholder,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khadafi juga menegaskan komitmen Bea Cukai Luwuk untuk terus menjaga integritas. Ia meminta pengguna jasa tidak ragu melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran.
“Kami membuka kanal pengaduan melalui WhatsApp, email, hotline, maupun datang langsung ke kantor. Ini bentuk transparansi kami,” tambahnya.
Bea Cukai: Integritas Harus Dijaga Bersama
Khadafi mengingatkan bahwa perbaikan layanan dan pengawasan membutuhkan dukungan dari eksternal.
“Kami butuh kerja sama semua pihak untuk menjaga integritas. Kalau ada yang kurang, sampaikan. Akan kami perbaiki,” ujarnya.

Ia menyebut Bea Cukai rutin melakukan survei kepuasan pengguna jasa setiap tiga bulan dan meminta seluruh mitra memberikan penilaian secara objektif.
“Kami bekerja dari pagi hingga sore. Silakan datang berdiskusi kapan saja. Momentum Hakordia ini harus menjadi penguat komitmen kita untuk memberikan layanan yang bersih dan prima,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Di antaranya PT SSL & Source Indonesia dan PT Bumi Sarana Utama.
Capaian 637 Persen, Bea Cukai Luwuk Klaim Target Pengawasan Terlampaui
Dalam sesi diskusi yang dipandu Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Iwan Hartawan, Bea Cukai Luwuk memaparkan capaian kinerja tahun berjalan. Meski jumlah personel terbatas, kata Iwan, target yang dibebankan kepada Bea Cukai justru terlampaui jauh.
“Alhamdulillah target kami tercapai bahkan melebihi, hingga 637 persen,” ujarnya.
Iwan mengatakan, meskipun aktivitas kantor tampak sepi, pengawasan tetap berjalan optimal. Bea Cukai Luwuk telah melakukan tiga kali pemusnahan barang hasil penindakan sepanjang tahun ini.
Ia menyebut wilayah kerja Bea Cukai Luwuk yang mencakup empat kabupaten—Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan satu kabupaten lainnya—menjadi tantangan tersendiri karena sebagian lokasi hanya bisa ditempuh hingga sembilan jam perjalanan darat.
“Personel kami sangat terbatas, tetapi tugas tetap harus dilaksanakan. Ini berat, kalau tidak siap mental dan fisik,” kata Iwan.
Ia berharap dukungan masyarakat, termasuk media, agar Bea Cukai dapat terus meningkatkan kinerja dan menjaga wilayah tetap bersih dari peredaran barang ilegal.
Kegiatan peringatan Hakordia ini ditutup dengan sesi tanya jawab serta ajakan untuk memperkuat kerja sama antara Bea Cukai dan seluruh pengguna jasa dalam mewujudkan layanan yang bersih dan transparan. (asw)

Komentar