KKN-MB Unismuh Luwuk Resmi Dimulai, 234 Mahasiswa Siap Terjun ke Masyarakat

Luwukpost.id -

Sebanyak 234 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk mengikuti proses pembekalan sebelum diturunkan di wilayah penempatan Kuliah Kerja Nyata-Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) angkatan ke-39 di Kecamatan Pagimana.

Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri Wakil Rektor II dan Wakil Rektor IV, pimpinan fakultas, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) beserta jajaran, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Ketua Panitia KKN-MB Angkatan ke-39, Darni Lamusu, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa yang telah memenuhi syarat administrasi dan terdaftar sebagai peserta KKN sebanyak 234 orang.

Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi (33 orang), Fakultas Agama Islam (15 orang), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/FKIP (55 orang), Fakultas Hukum (6 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (47 orang), Fakultas Teknik (60 orang), serta Fakultas Pertanian dan Perikanan (19 orang).

Menurut Darni, para mahasiswa akan ditempatkan pada tiga posko kota dan 20 posko di wilayah Kecamatan Pagimana, yang mencakup tiga kelurahan dan 17 desa. Pembekalan KKN dilaksanakan selama dua hari, 24–25 Januari 2026, dilanjutkan dengan materi mitra dari Badan POM dan Kementerian Pertanian bidang pemuliaan tanaman.

“Keberangkatan mahasiswa KKN dijadwalkan pada 27 Januari 2026 dan akan diterima secara resmi di Desa Basabungan,” jelasnya.

Menutup laporan, Darni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan dan validasi data peserta KKN hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan baik.

Sementara itu,  Rektor Dr. Sutrisno, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu tahapan wajib yang harus dilalui mahasiswa sebagai syarat penyelesaian studi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini KKN masih menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan tinggi secara nasional.

“Kuliah Kerja Nyata merupakan laboratorium sosial bagi mahasiswa. Di sinilah teori yang diperoleh di bangku kuliah diuji melalui interaksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN saat ini mengalami penyesuaian paradigma sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait konsep perguruan tinggi berdampak.

Meski demikian, menurutnya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) sejatinya telah lama menerapkan konsep tersebut.

“PTMA tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi Catur Dharma, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” kata Sutrisno.

Ia juga menyebutkan bahwa Unismuh Luwuk Banggai termasuk salah satu perguruan tinggi yang dipercaya mewakili LLDikti Wilayah XVI dalam penandatanganan pakta integritas Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi di Jakarta. ***

Komentar