Universitas Tompotika Luwuk menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Minggu (15/2).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari program nasional pendataan yang melibatkan kalangan akademisi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Kabupaten Banggai.
Kepala BPS Kabupaten Banggai, Mohamad Rivani, S.IP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sensus ekonomi akan dilaksanakan mulai 16 Mei hingga 31 Juli 2026, dengan sasaran seluruh pelaku ekonomi di wilayah Banggai.
“Pendataan ini mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, pedagang, kontraktor, hingga perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Banggai,” ujar Rivani.
Ia menjelaskan, sensus ekonomi tahun 2026 memiliki kekhususan karena turut mengintegrasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, sehingga pendataan tidak hanya menyasar unit usaha, tetapi juga seluruh penduduk Banggai yang tersebar di 24 kecamatan dan 377 desa serta kelurahan.
“Karena cakupannya luas, kami sangat membutuhkan dukungan perguruan tinggi, termasuk Universitas Tompotika Luwuk, terutama dalam sosialisasi dan pendampingan di lapangan,” katanya.
Rivani juga mengungkapkan bahwa BPS Banggai membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat sebagai mitra statistik, dengan ketentuan tertentu. Salah satunya, mahasiswa yang direkrut bukan mahasiswa aktif yang sedang mengikuti perkuliahan.
“Kami prioritaskan mahasiswa yang telah menyelesaikan skripsi atau tinggal menunggu wisuda, agar tidak mengganggu proses akademik,” jelasnya.
Menurut Rivani, hasil sensus ekonomi akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, termasuk pemetaan direktori usaha dan penguatan data makro ekonomi Kabupaten Banggai.
Ia menilai Banggai memiliki potensi besar, baik dari sisi fiskal maupun indikator pembangunan manusia. Dengan APBD sekitar Rp2,7 triliun, tingkat kemiskinan yang relatif rendah, serta Indeks Pembangunan Manusia yang kompetitif di Sulawesi Tengah, Banggai dinilai layak menjadi pusat pengembangan pendidikan dan ekonomi kawasan.
“Data yang kami hasilkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat, untuk mendorong pembangunan Banggai yang lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Komentar