Raker 2026 Untika Luwuk Tegaskan Arah Tata Kelola Kampus

Luwukpost.id -

Rektor Universitas Tompotika Luwuk, Dr. Taufik Bidullah, menegaskan bahwa profesionalisme pengelolaan menjadi kunci utama dalam membawa universitas menuju kemajuan dan daya saing yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja (Raker) Universitas Tompotika Luwuk Tahun 2026, di Hotel Swis-Belin Luwuk, pada Minggu (15/2).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya panitia pelaksana Raker, jajaran yayasan, serta tamu undangan yang tetap meluangkan waktu hadir di tengah masa libur.

Rektor menjelaskan, Raker 2026 sejatinya direncanakan berlangsung pada akhir tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaannya mengalami keterlambatan karena universitas harus melewati sejumlah agenda strategis yang tidak dapat dihindari, termasuk proses pemilihan rektor dan penyusunan dokumen perencanaan institusi.

“Keterlambatan ini bukan disengaja. Kita harus menyelesaikan pemilihan rektor, peninjauan statuta, perubahan visi dan misi, hingga penyusunan rencana strategis Universitas. Setelah itu rampung, barulah raker ini bisa kita laksanakan,” jelasnya.

Menurut Taufik, Raker Tahun 2026 menjadi momentum penting karena merupakan raker pertama untuk menjabarkan visi dan misi baru Universitas Tompotika Luwuk pada periode kepemimpinannya yang kedua.

Raker ini, kata dia, menjadi ruang strategis untuk menerjemahkan rencana besar universitas ke dalam kebijakan dan program kerja yang konkret.

“Rapat kerja pada prinsipnya adalah penjabaran dari rencana strategis. Dari sinilah kita memastikan arah kebijakan universitas diimplementasikan secara nyata sepanjang tahun 2026,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menekankan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup untuk menjamin kemajuan institusi. Ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang tertib, profesional, dan sesuai regulasi.

“Apa artinya kita membangun gedung megah dan menara yang indah, kalau universitas ini dikelola secara semrawut dan tidak profesional. Kalau itu yang terjadi, sesungguhnya kita rapuh dan tidak akan maju,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa pada periode sebelumnya, universitas telah berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas dasar, termasuk penyelesaian gedung perkuliahan untuk empat fakultas.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kebutuhan mendesak lainnya, terutama keberadaan laboratorium sebagai penunjang akademik, khususnya bagi fakultas eksakta.

“Laboratorium adalah kebutuhan mutlak. Alhamdulillah, tahun ini dengan dukungan yayasan dan pemerintah daerah, kita akan membangun laboratorium terpadu,” katanya.

Lebih lanjut, Taufik mengingatkan bahwa lemahnya pengelolaan dapat berdampak luas, mulai dari ketidakteraturan administrasi, ketidakakuratan data, hingga risiko ketidakstabilan finansial.

Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Raker sebagai momentum konsolidasi dan penguatan komitmen bersama.

“Yang menentukan masa depan Universitas ini bukan rektor semata. Siapa pun pemimpinnya ke depan, jika kita punya komitmen bersama dan perencanaan yang kuat, Universitas Tompotika Luwuk akan terus berlayar menuju kemajuan dan keunggulan,” tutupnya. ***

Komentar