Rektor Sutrisno: KKN Jadi Laboratorium Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Luwukpost.id -

Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk yang menjalani Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) angkatan ke-39 resmi ditarik pada Rabu, 11 Maret.

Mahasiswa tersebut sebelumnya ditempatkan di Kecamatan Pagimana dan disebar di 17 desa selama pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno, dalam sambutannya sekaligus secara resmi menarik mahasiswa KKN-MB, menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, KKN merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.

Menurut dia, para mahasiswa tentu telah merasakan langsung kehidupan di tengah masyarakat selama menjalankan KKN. Pengalaman itu menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga dapat dipelajari dari kehidupan sosial di masyarakat.

“Di sanalah laboratorium saudara-saudara. Kalian akan kembali lagi ke sana untuk melihat apakah ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi manusia,” ujarnya.

Sutrisno menambahkan, mahasiswa merupakan bagian dari generasi penerus sehingga proses regenerasi harus terus berjalan.

Ia juga menyinggung bahwa para mahasiswa yang sebentar lagi menyelesaikan skripsi dan menjadi sarjana akan menjadi generasi yang menghadapi bonus demografi pada 2030.

Karena itu, kata dia, pengalaman KKN dapat menjadi bekal penting selain ilmu yang diperoleh di kampus agar mahasiswa mampu bersaing di masa depan.

Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa juga belajar mengenai kerja sama dalam kelompok posko, berkolaborasi dengan pemerintah daerah, membangun jaringan, hingga mengambil keputusan.

Menurut Sutrisno, kemampuan berjejaring dan berkomunikasi menjadi hal penting di era saat ini.

“KKN ini membentuk karakter agar tidak ego dan tidak ingin berhasil sendiri. Networking maupun jejaring dan komunikasi itu mutlak,” katanya.

Ia berharap pengalaman KKN tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi tetap menjadi relasi dan jaringan yang dapat dijaga mahasiswa ketika kembali ke masyarakat.

“Atas nama Rektor, saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa, ketua KKN, dan seluruh dekan yang telah berkontribusi dalam kegiatan KKN ini,” ujar Sutrisno.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah penarikan KKN, mahasiswa masih harus melewati tahapan berikutnya menuju penyusunan skripsi hingga meraih gelar sarjana. ***

Komentar