Dibangun Dua Jalur dan Lebih Kokoh

Luwukpost.id -

 

BANGGAI, LUWUK POST-Ronald Yokom mengingat jauh ketika melihat jembatan Mampaliasan di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.

Sebagai warga Banggai Laut, ia mengingat persis kondisi dahulu. “Saya tinggalkan Banggai 1975, kemudian ke Luwuk lalu ke Manado,” tuturnya, kemarin.

Saat itu, jembatan Mampaliasan masih berupa batang kelapa yang diiris separuh, lalu dijadikan pijakan untuk melintasi sungai. “Saya tidak berani melintas di batang kelapa itu, lewat bawah,” katanya.

Saat jembatan Mampaliasan dibangun pertama kali di medio 1994, ia telah berada di Manado, Sulawesi Utara. “Oh so nda ada kita di sini,” tuturnya dengan logat khas Nyiur Melambai.

Kini ketika jembatan itu ditingkatkan, Roland pulang kampung untuk membangunnya. Sebelumnya, ia berpengalaman mengerjakan sejumlah infrastruktur skala besar di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara. “sebagai pau-pau (anak-anak) kita bangun supaya bagus,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jembatan Mampaliasan dibangun dengan dua jalur. Kemudian terdapat median di tengah lalu akan dihiasi dengan kelap-kelip lampu. “Konstruksinya sama, tapi nanti lebih lebar,” tuturnya.

Perbeadaan lainnya, terdapat penyangga di bagian tengah jembatan agar lebih kokoh. “Kalau sekarang mungkin agak goyang-goyang nantinya tidak lagi,” jelas dia.

Pantauan Harian Luwuk Post, hingga Kamis sore pekerja masih fokus membangun jalur alternatif. Sebab, nantinya jembatan lama akan dirobohkan total kemudian dibangun baru.

Jembatan alternatif itu terdiri dari batang kelapa. Namun, cukup untuk memikul beban kendaraan hingga 3,5 ton. Lebih dari itu, harus menurunkan muatan. (ali)