Cegah Banjir Berulang, Sungai Toili Dinormalisasi

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST—Dalam sebulan terakhir, wilayah Toili dua kali direndam banjir.  Hujan yang terus menerus dengan intensitas tinggi pada tanggal 27-30 Agustus, menyebabkan beberapa desa terendam. Banjir itu merendam Desa Argakencana, Karanganyer, Kayuku, Desa Saluan, dan Desa Mulyoharjo di Kecamatan Moilong.

Disusul banjir berikutnya, masih dengan penyebab yang sama, pada tanggal 6 sampai 8 September lalu.

Camat Moilong, Hariyadi Bola, mengonfirmasi sekira 1200 rumah penduduk terendam banjir.

Karenanya dibutuhkan segera normalisasi sungai.

Dandim 1308/LB, Letkol. Inf. Fanny Pantouw, menerangkan, normalisasi sungai adalah tanggap darurat BPBD. Kodim 1308/LB bertindak sebagai pelaksana. Kodim 1308/LB akan mengerahkan 200 orang personel baru, untuk pelaksanaan normalisasi sungai. Pengerjaan ini butuh waktu cepat, mengingat hujan masih sering turun dengan intensitas tinggi.

Sebelumnya, Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Djamad Lalusu, ST, menyebut, banjir terakhir ini bahkan menyebabkan kerusakan di beberapa rumah warga di pinggiran sungai.

Merespons hal itu, Kadis PUPR Bambang Eka Sutedi, meminta pihaknya turun lapangan.

Lalu, merepons laporan Camat Moilong, Hariyadi Bola, terkait kerusakan dan kerugian akibat banjir, maka BPBD, Dinas PUPR, bersama Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Suprapto N, meninjau lokasi banjir pada 1 September 2020.

Ia mengatakan, banjir dengan debit di atas rata-rata, yakni mencapai 300 persen dari debit normal menyebabkan kerusakan bangunan spilway (pembagi arus) ke Sungai Mansahang, dan debit lebih tinggi ke Sungai Toili, serta menyebabkan kerusakan di lima desa di Kecamatan Moilong.

Oleh Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Suprapto, hasil survei investigasi diminta segara ditangani. Hal ini lalu disahuti oleh Bupati Banggai, Herwin Yatim, dengan mengucurkan dana kontijensi sekira Rp 1 miliar melalui BPBD sebagai koordinator kegiatan tanggap darurat, dan Dinas PUPR (Bidang SDA) sebagai tim perencana/teknis serta pengawasan pelaksanaan konstruksi.

Djamad, menyebutkan, item pekerjaan meliputi normalisasi alur sungai dan pasangan turap talud bronjong pada empat segmen, atau pada 4 desa tersebut. Pengerjaan dilakukan swakelola, dengan Kodim 1308 L/B sebagai pelaksana lapangan.

Ia mengatakan, pihaknya kembali turun lapangan bersama Dandim 1308 LB pada Selasa (15/9). “Insyaallah proses pekerjaan normalisasi sungai Toili di Kecamatan Moilong akan dimulai satu dua hari kedepan. Semua sudah disiapkan, kecuali kawat bronjong karena menggunakan bahan pabrikasi dan sementara dalam proses mobilisasi dari Palu-Luwuk- Toili,” tuturnya, Selasa (15/9). (ris)