Yang Fana adalah Rumah Sakit, Beringin Abadi

Luwukpost.id -


BERUBAH TOTAL: Puskesmas Banggai di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Rabu (16/9). Dahulu, lokasi ini berdiri rumah sakit pertama di daerah ini. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]
BANGGAI, LUWUK POST-Yang fana adalah rumah sakit, pohon beringin abadi. Gedung tua di sisi kanannya telah resmi  berubah total setelah puluhan tahun digunakan untuk melayani pasien di bangsal-bangsal, tapi pohon beringin itu masih kokoh.

Bangunan itu dahulu merupakan rumah sakit pertama di daerah ini. Ketika dibongkar total tampak arsitektur lamanya.

Di dalam dindingnya masih terdapat bilah bambu yang dilapisi semen. Daun jendela bangunan tua itu masih kayu, belum ada kaca seperti tren saat ini.

Yang tersisa dari kenangan rumah sakit itu, hanya perumahan di belakang pohon beringin nan lawas.  Yang juga arsitekturnya kira-kira mirip kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banggai Laut. Yang dahulu juga merupakan rumah dinas raja.

Atau sebuah bangunan yang sudah rewot di depan Hotel Banggai. “Dulu ini rumah sakit waktu masih kecamatan,” kata Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo menjelaskan latar belakang bangunan yang dibangun di masa pemerintahannya itu.

Kini, bangunan baru itu adalah Puskesmas Banggai. Terdiri dari 2 lantai dengan arsitektur lebuh modern. “Bisa 12 kamar,” kata Kepala Dinkes-P2-KB Kabupaten Banggai Laut, Zulkifli Panggato, Selasa (15/9) malam di rumah jabatan bupati.

Dalam Puskesmas itu, terdapat ruang persalinan, perawatan, poli gigi, sterilisator, gizi, imunisasi, laboratorium, poli KIA, poli anak, poli remaja, poli lansia, hingga ruang poli umum.

Dari luar, Puskesmas Banggai ini tampak megah. Namun, biaya pembangunannya hanya Rp4,7 miliar, belum termasuk pagar. Jauh besar dana pembangunan Bonua Pososungan di Taman Kota yang nilainya Rp11 miliar. (ali)