
Doa itu menjadi pembuka kegiatan pengukuhan relawan pejuang dan koalisi pemenangan AT-FM, di lapangan Tirtasari, Kecamatan Toili, Sabtu (19/9).
Amiruddin Tamoreka didaulat memberikan sambutan setelah orasi para tokoh partai dan relawan. Dalam sambutannya, ia memastikan mampu memimpin daerah dan menjadikan Kabupaten Banggai sebagai daerah yang maju, mandiri dan sejahtera.
Ia menegaskan, memiliki kemampuan sebagai modal untuk menjadi kepala daerah. Ia juga menegaskan, jangan percaya kepada siapa pun yang mengatakan akan memperbaiki upah buruh kalau orang tersebut tidak pernah menjadi buruh.
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan perjalanan hidupnya selama 10 tahun menjadi karyawan, 10 tahun jadi buruh, sebelum kemudian menjadi pengusaha. “Kalau ada orang yang mengatakan akan memperbaiki upah buruh. Bagaimana caranya memperbaiki upah buruh, kalau yang bersangkutan tidak pernah menjadi buruh, tidak pernah menjadi karyawan, tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi karyawan. Lantas apa yang akan diperbaiki?” tegasnya yang mengundang gemuruh aplaus dari bawah panggung.
Haji Amir, menuturkan, jangan pernah mengatakan akan membantu petani mengadakan pupuk, kalau tidak pernah merasakan menjadi petani.
Jangan pernah mengatakan mau memperbaiki irigasi, kalau tidak pernah merasakan bagaimana menjaga air di sawah. “Saya ini mulai dari jam sembilan malam sampai jam empat subuh kalau sudah mau menanam, saya pergi jaga air di sana. Di sawah saya, di Toili,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya jika ada orang mengatakan, akan memperbaiki harga sawit. “Bagaimana caranya memperbaiki harga sawit, kalau tidak pernah menjadi petani sawit. Bagaimana memperbaiki harga sawit, kalau tidak pernah merasakan, begitu sawit masuk lima ton dipotong sekian persen. Tidak pernah merasakan siksanya ketika sawit kita masuk dipotong harganya, dengan buah busuk dengan tandan panjang, dan lain sebagainya. Terus bagaimana cara memperbaikinya?,” ujarnya.
Ia juga meminta warga, jangan mudah percaya tentang upaya memperbaiki ASN, meningkatkan tukin dan lain sebagainya, kalau tidak pernah menjadi sekretaris daerah. “Jadi semua itu adalah kebohongan yang akan disampaikan kepada bapak ibu,” ujarnya.
Lantas apakah AT–FM merupakan pilihan terbaik? “Mungkin tidak! Tetapi pengalaman panjang, yang pernah kami rasakan, itulah modal (memimpin) yang paling besar,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, 20 tahun lebih ia merantau ke Jakarta. Lalu pulang ke daerah ini semata-mata untuk memberikan sedikit sumbangan pemikiran. Sesuai dengan pengalamannya menjalankan bisnis, dari Sabang sampai Merauke.
Janjikan Listrik Tak akan Mati-mati
Ketersediaan energi listrik, adalah salah satu hal yang dijanjikan Amirudin Tamoreka jika terpilih nanti. “Insyaallah, kalau saya jadi bupati tidak ada lagi mati lampu,” tuturnya.
Semua rumah akan diterangi listrik. Dari ujung Balingara hingga ujung Rata. “Apakah ini cerita (omong) kosong? Tidak bapak dan ibu. Kenapa? Karena kemampuan gas kita dengan kekuatan 20 MMSCFD, mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah ini,” tegasnya. (ris)



![OL_AMIRUDIN TAMOREKA SILATURAHMI AT-FM DI BANGKEP: Bupati Rais D. Adam, Wakil Bupati Salim J. Tanasa, Ketua DPRD Rusdin Sinaling dan Sekreraris Daerah menyambut kedatangan ATFM di Bangkep, Senin (8/2/2021). [Foto: Rifan/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/OL_AMIRUDIN-TAMOREKA.jpg)
![01_SIDANG PEMBACAAN PUTUSAN _BERITA TSM PEMBACAAN PUTUSAN: Sidang pembacaan putusan Majelis Hakim Bawaslu Sulteng tentang dugaan pelanggaran TSM pasangan AT-FM. Majelis Hakim memutuskan dugaan pelanggaran yang dilaporkan pasangan WinStar tak terbukti secara sah dan meyakinkan. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/12/01_SIDANG-PEMBACAAN-PUTUSAN-_BERITA-TSM.jpg)

