![SECARA VIRTUAL: Wakil Bupati Banggai, mewakili Bupati Banggai, bersama unsur Forkopimda mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020. [Foto: Prokopim]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/0edaf6d3-2b68-4477-b43d-c5bcbcb25aac-300x200.jpg)
Masih dalam suasana pandemi, upacara pun digelar secara virtual. Pemerintah Kabupaten Banggai mengikuti upacara yang secara nasional dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Indonesia Maju Berdasarkan Pancasila” itu, dilaksanakan di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai.
Turut hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala OPD, dan seluruh Kabag di lingkungan Setda Kabupaten Banggai.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di halaman Monumen Pancasila Sakti, Kompleks Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Turut hadir secara virtual, pejabat pemerintahan, baik pemerintah pusat, kota, daerah dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap mengedepankan prosedur protokol kesehatan Covid-19, yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak.
Setelah selesai mengikuti Upacara Kesaktian Pancasila secara virtual, Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai usaha untuk membentengi Pancasila yang merupakan dasar negara, serta ideologi Bangsa.
Ia menegaskan, Pancasila mempunyai peran yang sangat penting sebagai dasar utama Negara Indonesia. Mengatur dalam penyelenggaraan ketatanegaraan yang mencakup keamanan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.
“Mudah-mudahan di bawah pengawalan pengamanan TNI- POLRI, dan semua jajaran pejabat tinggi Negara, Lembaga Negara dalam kesatuan Negara Rebublik Indonesia bersatu teguh, kita patrikan bagi kita semua dan generasi-generasi ke depan bahwa Negara Republik Indonesia, walaupun berbeda suku agama ras dan golongan, semua dipersatukan dalam Ideologi Pancasila. Perbedaan dalam masyarakat merupakan keberagaman Indonesia yang dapat dirangkai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Mustar, dalam rilis media. (*/ris)

