Turnamen Sepak Bola Totikum Peringati HUT TNI, Ketua Asprop PSSI Sulteng Tegaskan Soal Sprotifitas dan ‘Fair Play’

Luwukpost.id -

Technical Meeting Turnamen Terbuka atau Open Turnamen Kejuaraan Sepak Bola dalam rangka memperingati HUT TNI ke-77 di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Kamis (13/10). [FOTO : ISTIMEWA]
SALAKAN, LUWUK POST –Turnamen Terbuka atau Open Tournamen Kejuaraan Sepak Bola dalam peringatan HUT TNI ke-77 di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dijadwalkan akan mulai pekan ini. Olehnya, Panitia Pelaksana melaksanakan Technical Meeting, Kamis (13/10).

Hadir langsung dalam Technical Meeting itu,  Aipda Muh. Reza Lumu (Ketua Komite Wasit Asprop PSSI Sulteng, Serma Ferry (Koordinator kegiatan), AKP Nicolas Wagey,  (Kobag Ops Polres Bangkep), Marselinus Nukak (Camat Totikum), Bambang (Wasit Asprop PSSI), Muhin Mangambali (Ketua Panitia) Menejer dan Pelatih setiap Tim.

Panitia Pelaksana, sebelumnya telah bersepakat bahwa turnamen akan mulai dibuka pada Minggu (16/10). Seingga, seluruh tim diminta untuk menyiapkan diri dalam menghadapi even tersebut.

Ketua Asprop PSSI Sulteng, Hadianto Rasyid dalam sambutannya yang dibawakan Ketua Komiter Wasit Asprop PSSI Sulteng, menegaskan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perhelatan sepak bola kali ini, agar dapat menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban demi suksesnya pelaksanaan turnamen ini hingga selesai.

“saya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas pada pertandingan yang menyalahi keamanan dan kondusifitas lapangan, termasuk untuk panitia pertandingan,” tegas Hadianto

Terhadap perangkat pertandingan, baik wasit mau pun pengawas pertandingan, menurutnya, wajib menjaga profesionalitas dan objektifitas dalam menjalankan segala bentuk peraturan umum PSSI atau ‘Law Of the Game’. Dan bukan justru memihak, sehingga bisa memicu keributan.

Olehnya, Walikota Palu itu, secara khusus mengingatkan kepada perangkat dan pengawas pertandingan agar tidak mencoba melakukan tindakan yang menciderai netralitas pertandingan. Sebab, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan ganjaran keras terhadap pelaku.

“Apabila dalam pertandingan ini, kami menemukan adanya perangkat pertandingan yang bermain-main, maka akan ditindak seberat-beratnya oleh Asprop PSSI Sulteng,” tandasnya.

Kepada Official dan pendukung alias supporter tim, ia meminta untuk tidak bertindak anarkis dan mengganggu jalannya pertandingan.

“Kepada official team dan Supporter agar tidak anarkis dan mengganggu jalannya pertandingan, agar pagelaran sepak bola ini dapat berjalan dengan aman dan damai,” pinta Hadianto.

Dia mengatakan, pastinya seluruh masyarakat sepak bola di Sulteng menghendaki pihaknya bisa memberikan sentuhan yang lebih baik. Sebab PSSI Sulteng tumbuh menjadi PSSI yang professional. Karenanya, ia meminta agar tidak menjadikan perhelatan ini sebagai kepentingan sesaat dan kepentingan kelompok.

Hadi, sapaan Hadianto Rasyid menuturkan, sebagai Ketua Umum Asprop PSSI Sulteng, bersama Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi menggelar doa bersama untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 lalu, di Masjid Ar-Rahman Polda.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat di Sulteng, seluruh Askab/Askot PSSI dan Club untuk mendoakan korban yang meninggal di stadion Kanjuruhan.

“Kejadian di Kanjuruhan bukan hanya sebagai pesan di dunia sepak bola saja, tetapi dalam semua aktifitas manusia dan sosial kemasyarakatan. Jangan ada lagi terjadi, karena nilai satu nyawa tidak sebanding dengan semua kita punya nyawa. Karena satu nyawa akan menghilangkan banyak rasa,” ucapnya.

Karena itu, Hadi mengajak kepada seluruh Asprop, Askab, Askot PSSI serta kepada tiap tim sepak bola, terkhusus untuk peserta technical meeting ini, untuk bahu-membahu menguatkan kebersamaan untuk membawa Aprop yang diinginkan oleh semuanya.

Pada kesempatannya, Ketua Panitia Pertandingan, Muhin Mangambali berucap terima kasih kepada semua pihak, terkhusus kepada Muh Reza Lumu, Ketua Komite Wasit Asprop Sulteng. Sebab menurutnya, Reza telah berhasil membantunya mengurangi rasa gugup saat akan mengurus rekomendasi pertandingan ini.

“Sosok figure seperti Reza sangatlah dibutuhkan, karena ia mempunyai tekad besar dalam memajukan pesepakbolaan di Sulteng, khusunya di Open Tournamen saat ini,” pujinya kepada Muh Reza Lumu.

Olehnya itu, Muhin berharap kepada seluruh menejer agar dapa mengikuti seluruh regulasi dan peraturan umum PSSI yang diterapkan dalam pertandingan ini. (Rif)